Harga bitcoin kembali terpantau bergerak fluktuaktif meski dalam tren menguat pada perdagangan pagi dari di Kamis (9/4). Hal ini menyusul sejumlah faktor, termasuk gencatan senjata dari Israel, Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini terpantau berada dalam level US$70.000. Meski terlihat kuat secara harga, data pasar menunjukkan pergerakan ini masih berlangsung dengan kehati-hatian.
Baca Juga: Perusahaan Jepang Kini Menjadi Pemilik Bitcoin Terbesar Ketiga Dunia
Salah satu indikator penting berasal dari posisi margin long di Bitfinex. Saat ini, posisi long berada di 80.000 BTC. Ia merupakan level yang masih tinggi meski harga telah naik lebih dari 15% sejak titik terendah di US$60.000. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar belum sepenuhnya yakin risiko telah mereda.
Secara historis, posisi margin long dalam platform tersebut sering menjadi indikator kontrarian. Biasanya, posisi ini meningkat saat pasar tertekan dan mulai berkurang ketika harga naik. Namun, kondisi saat ini berbeda, posisi tetap tinggi meski harga menguat di mana hal itu mengindikasikan potensi keraguan terhadap keberlanjutan tren naik.
Indikator Coinbase Bitcoin Premium Index juga menunjukkan sinyal campuran. Indeks ini bergerak antara premium dan diskon. Pergerakan yang tidak konsisten ini mencerminkan belum adanya dorongan beli yang kuat dari investor institusional di Amerika Serikat .
Kombinasi antara tingginya posisi leverage dan lemahnya dukungan institusi menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan reli. Meski sentimen makro membaik akibat meredanya konflik geopolitik, struktur pasar menunjukkan fondasi kenaikan masih belum kokoh.
Hal ini juga tidak terlepas dari ketidapastian gencatan senjata dari Iran, Israel dan Amerika Serikat. Israel menyatakan pihaknya mendukung gencatan senjata dari Iran dan Amerika Serikat. Namun mereka menolak gencatan senjata itu untuk terkait dengan Lebanon.
Pernyataan Israel ini berbeda dengan klaim dari Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Ia sebelumnya menyebut kesepakatan mencakup penghentian konflik di Lebanon. Perbedaan ini menambah ketidakjelasan terkait cakupan penuh dari gencatan senjata yang disepakati.
Baca Juga: Arah Ekonomi Indonesia Ditentukan Keputusan Amerika Serikat, Waspada Harga Minyak Tembus US$150!
Adapun untuk melanjutkan tren bullish, pasar membutuhkan penurunan posisi leverage (margin long), arus masuk institusional yang lebih kuat hingga stabilitas makro yang berkelanjutan. Tanpa faktor-faktor tersebut, reli Bitcoin berisiko menjadi sementara dan rentan terhadap koreksi.





