Sebut Iran Salah Paham, Amerika Serikat Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Mencakup Lebanon

wartaekonomi.co.id
23 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat buka suara terkait dengan detil gencatan senjata selama dunia minggu dengan Iran. Menurutnya, gencatan senjata tersebut tidak termasuk penghentian serangan menuju Lebanon. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan dari Timur Tengah.

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance menegaskan bahwa gencatan senjata baru-baru ini tidak mencakup konflik di Lebanon. Menurut Vance, sudah terjadi kesalahpahaman terkait cakupan kesepakatan tersebut dari Iran.

Baca Juga: Iran Ancam Serangan Balasan Usai Gencatan Senjata Dilanggar Israel

Vance menyatakan bahwa negosiator dari negara tersebut mengira gencatan senjata juga mencakup Lebanon. Padahal menurutnya hal tersebut tidaklah demikian. Ia menyebut hal ini sebagai kesalahpahaman yang wajar terjadi dalam proses negosiasi yang kompleks antara Iran dan Amerika Serikat.

"Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang wajar. Saya pikir mereka mengira gencatan senjata itu termasuk Lebanon. Padahal nyatanya tidak," kata Vance.

Amerika Serikat menegaskan bahwa gencatan senjata difokuskan pada konflik antara sekutunya dan Iran. Hal ini berarti kesepakatan tersebut tidak mencakup konflik yang melibatkan kelompok seperti Hezbollah di Lebanon.

Menurut Vance, Israel juga disebut telah bersedia menunjukkan sikap menahan diri di Lebanon. Hal terebut demi menjaga keberlangsungan negosiasi. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait bentuk konkret dari komitmen tersebut.

"Israel sebenarnya telah menawarkan, terus terang, untuk sedikit menahan diri di Lebanon. Mereka ingin memastikan bahwa negosiasi kita berhasil," kata Vance.

Pernyataan Vance berbeda dengan klaim dari Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Ia sebelumnya menyebut bahwa gencatan senjata juga mencakup Lebanon. Perbedaan ini memperlihatkan adanya ketidaksinkronan komunikasi antar pihak yang terlibat.

“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa kedua negara, bersama sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana pun dalam kawasan, termasuk di Lebanon,” katanya.

Namun Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon di Rabu (8/4). Hal tersebut mengancam keberlangsungan gencaran senjata selama dua minggu dari Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup konflik di Lebanon. Hal ini berarti operasi militer mereka tetap akan berlanjut terhadap kelompok dari Hezbollah. 

"Amerika Serikat telah memberi tahu kami bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan ini dalam negosiasi mendatang. Gencatan senjata dua minggu tidak termasuk Lebanon," katanya.

Tel Aviv menyatakan bahwa pihaknya telah menyerang lebih dari seratus target, termasuk pusat komando dan fasilitas militer Hezbollah di Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon Selatan.

Menurut laporan, sedikitnya lima ledakan besar juga mengguncang wilayah dari dari Beirut. Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 luka-luka. Serangan ini menjadi serangan yang paling mematikan sejak konflik dimulai pada awal Maret.

Baca Juga: Usai Gencatan Senjata, Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Sekutu Iran

Ketidakjelasan mengenai cakupan gencatan senjata berpotensi memperumit upaya deeskalasi konflik di Timur Tengah. Dengan perbedaan interpretasi antar pihak, risiko eskalasi lanjutan tetap tinggi bahkan bisa membatalkan gencatan senjata dari Israel, Iran dan Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Simak Penjelasan Lengkap soal Biaya Tetap dan Cara Menghitungnya
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perkuat Layanan Jemaah Haji 2026, Kemenhaj Launching Aplikasi Haji dan Umrah Store
• 20 jam laludisway.id
thumb
Anggota Komisi III DPR Minta Usul BNN soal Larangan Vape Dikaji Mendalam
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Danantara Resmi Bentuk Denera, Holding Khusus Kelola Proyek Waste to Energy
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ada Risiko Ranjau Laut, Iran Tetapkan Rute Alternatif di Selat Hormuz
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.