Jakarta: Bagi para pelaku bisnis pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah fixed cost atau biaya tetap, merupakan biaya yang tidak akan berubah sekalipun.
Dalam aktivitas bisnis, istilah tersebut sering digunakan dalam perhitungan keuangan perusahaan yang harus tetap dibayar dalam kondisi apapun. Mengutip dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkap tentang biaya tetap.
Apa itu biaya tetap? Dalam aktivitas bisnis, istilah tersebut sering digunakan dalam perhitungan keuangan perusahaan yang harus tetap dibayar dalam kondisi apapun. Mengutip dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkap tentang biaya tetap.
Mengutip laman klikpajak.id, fixed cost adalah biaya tetap yang secara konsisten tidak berubah nilainya. Dengan kata lain, perusahaan mengeluarkan biaya yang tidak pernah berubah secara jumlah ketika barang atau jasa mengalami naik turun.
Sementara menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), biaya tetap adalah biaya perusahaan yang besarannya tidak terpengaruh dengan adanya kegiatan perusahaan.
Meski seperti itu, fixed cost juga akan ada perubahan jumlah tetapi tidak dalam waktu dekat, biasanya membutuhkan sampai tahunan. Biaya yang termasuk fixed cost seperti gaji, sewa, pajak properti, serta biaya manfaat untuk manajemen dan non-personal penjualan.
Adapun karakteristik utamanya dalam biaya tetap adalah:
- Tidak tergantung volume.
- Dibayar secara periodik.
- Penting untuk perencanaan.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Perusahaan dapat melakukan perjanjian kontrak atau pembayaran terjadwal. Ketika mendapatkan persetujuan, maka biaya tersebut tidak akan berubah dalam jangka waktu yang telah disepakati.
Contoh biaya tetap, di antaranya seperti:
- Gaji karyawan.
- Pajak properti.
- Pembayaran sewa.
- Premi asuransi.
- Depresiasi (Biaya Penyusutan).
- Beban Bunga.
- Biaya Promosi.
- Tagihan Utilitas.
- Amortisasi.
- Beban Legal.
Sehingga biaya tersebut tidak akan berubah dalam waktu yang cukup lama. Perusahaan dapat membuat perencanaan keuangan yang dapat disesuaikan dengan biaya tetap.
1. Diskresi (discretionary fixed cost)
Adalah biaya tetap dalam periode tertentu atau aset yang bisa dikurangi bahkan dihilangkan.
2. Committed fixed cost
Adalah biaya tetap yang harus bahkan wajib dikeluarkan perusahaan.
3. Separable fixed cost
Adalah biaya tetap yang bisa dipisah dari departemen satu ke selainnya seperti departemen cabang.
Perhitungan biaya tetap merupakan hal yang penting setelah memahami apa yang dimaksud biaya tetap. Salah satu cara menghitung biaya fixed cost menggunakan rumus:
- Biaya tetap (fixed cost) = Total biaya produksi – (biaya variabel setiap unit x jumlah unit yang diproduksi)
Perhatikan juga beberapa hal berikut:
- Perhatikan mana biaya tetap dan biaya variabel sejak awal agar lebih mudah memasukkannya dalam rumus.
- Jangan lupa terlebih dahulu mengalikan yang terdapat di dalam kurung, baru mengurangi total biaya produksi dengan hasil perkalian itu tadi. (Adrian Bachtiar)




