Benarkah Obat Tetes Bisa Sembuhkan Katarak?

mediaindonesia.com
23 jam lalu
Cover Berita

MASIH banyak persepsi keliru di tengah masyarakat mengenai penanganan katarak. Salah satu yang paling umum adalah anggapan bahwa kekeruhan pada lensa mata tersebut bisa disembuhkan hanya dengan penggunaan obat tetes mata.

Dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, dr. Amir Shidik, Sp. M, Subsp. K.B.R, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada obat tetes yang mampu menghilangkan katarak secara total. Menurutnya, obat tetes hanya berfungsi sebagai pendukung, bukan solusi utama.

“Enggak ada obat tetes yang efektif menghilangkan katarak, paling hanya menghambat progresivitasnya. Operasi adalah satu-satunya jalan,” ujar Amir dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu (8/4).

Baca juga : Katarak Juga Bisa Muncul di Usia Muda

Memahami Faktor Risiko Katarak

Katarak merupakan kondisi di mana lensa mata menjadi keruh, sehingga menghalangi cahaya masuk ke retina. dr. Amir menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari proses alami penuaan hingga gaya hidup yang tidak sehat.

Berikut adalah rincian faktor risiko yang dapat memicu munculnya katarak:

Kategori Faktor Detail Risiko Fisik & Usia Usia lanjut, paparan sinar ultraviolet (UV). Riwayat Medis Mata Trauma mata, riwayat operasi mata sebelumnya, peradangan mata (Uveitis). Kesehatan Umum Diabetes, obesitas, penggunaan obat steroid jangka panjang. Gaya Hidup Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Transformasi Operasi: Dulu vs Sekarang

Kabar baiknya, katarak adalah kondisi yang dapat diperbaiki sepenuhnya. Melalui tindakan operasi, lensa mata yang keruh akan diangkat dan diganti dengan lensa buatan yang jernih. Amir yang merupakan lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa teknologi kedokteran telah membuat prosedur ini jauh lebih nyaman bagi pasien.

Baca juga : Penyebab Katarak seperti yang Dialami Goldie Hawn, Bisakah Diobati?

Dahulu, operasi katarak memerlukan sayatan lebar hingga 15 mm dan banyak jahitan. Namun kini, teknik modern memungkinkan sayatan yang sangat kecil dan presisi, sehingga proses pemulihan jauh lebih cepat.

“Operasi sekarang cepat, cuma 10-15 menit. Biusnya cuma ditetes, enggak perlu dijahit, dan mata bisa langsung dibuka,” jelasnya.

Melawan Mitos dan Dampak Psikososial

Selain kendala medis, Amir menyoroti hambatan psikologis dan mitos yang berkembang di masyarakat. Salah satu mitos yang paling ekstrem adalah anggapan bahwa bola mata harus dicopot dan dibersihkan saat operasi. Ia menegaskan hal tersebut sama sekali tidak benar.

Ketakutan lain yang sering muncul berkaitan dengan ibadah. Banyak pasien khawatir tidak bisa melakukan sujud atau salat setelah operasi. Padahal, dengan penglihatan yang kembali jernih, kualitas ibadah justru akan meningkat.

Lebih dari sekadar fungsi penglihatan, operasi katarak memberikan dampak sosial yang signifikan bagi pasien. “Pasien katarak sering terlihat bengong atau tatapan kosong karena enggak ada yang bisa dilihat. Setelah operasi, ekspresi mukanya berubah, jadi lebih sering senyum dan berinteraksi,” pungkas Amir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Isu Sunni-Syiah Dicatut dalam Cuitan Palsu Trump
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Lindi Fitriyana Tulis Pesan Menyentuh untuk Calon Buah Hati, Mantan Pacar Virgoun Beri Reaksi Menohok: Ga Peduli
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Kementrans Rehabilitasi Infrastruktur di Kawasan Transmigrasi Gorontalo Utara
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Viral! Wanita di Malang Dinikahi Sesama Perempuan, Terbongkar saat Malam Pertama
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Satu Dekade Berdiri di Fasum, Ratusan PKL Biringkanaya Akhirnya Ditertibkan
• 17 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.