Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Flores Timur dan Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dilanda gempa tektonik sejak Rabu malam, 8 April 2026. Hasil pantauan sementara, dampak paling parah terjadi di Kecamatan Adonara Timur, khususnya di Desa Terong dan Lamahala, di mana puluhan rumah masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan berat.
“Sejak semalam kami memilih mengungsi ke luar rumah karena panik. Di Desa Terong, sekitar 70 rumah rusak, dan ada laporan korban luka. Sementara di Desa Lamahala ada 21 rumah yang mengalami kerusakan,” ujar salah satu warga Desa Lamahala, Suthan Ataradja, Kamis, 9 April 2026.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa gempa pertama terjadi pada Rabu, 8 April 2026 pukul 23:17:45 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, gempa tektonik ini berkekuatan Magnitudo 4,7 dengan episenter di koordinat 8.36° LS dan 123.15° BT, tepatnya 21 kilometer tenggara Larantuka, pada kedalaman 5 kilometer.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini termasuk gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hingga Kamis, 9 April 2026 pukul 05:40 WIB, kami mencatat 48 aktivitas gempa susulan (aftershock),” jelas Arief, dalam keterangannya, Kamis, 9 April 2026.
Akibat gempa ini, 91 rumah di Pulau Adonara dilaporkan rusak parah. Masyarakat setempat sebagian memilih mengungsi ke lokasi aman. Hingga berita ini dirilis, TVRINews telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, namun belum ada konfirmasi resmi terkait jumlah kerugian materiil maupun korban jiwa.
Masyarakat dihimbau tetap waspada terhadap aktivitas gempa susulan dan mengikuti arahan pihak berwenang.
Editor: Redaktur TVRINews





