Calon Haji dengan Komorbid Diingatkan tak Nekat Berangkat tanpa Persiapan

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

KEMENTERIAN Kesehatan mengingatkan calon jemaah haji yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid agar tidak berangkat ke Tanah Suci tanpa persiapan fisik dan kedisiplinan menjaga kesehatan. Kelompok ini dinilai lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan bila mengabaikan pola hidup sehat dan pengobatan rutin.

Kepala Pusat Haji Kementerian Kesehatan Liliek Marhaendro Susilo menekankan, persiapan tidak cukup hanya pada dokumen dan perlengkapan ibadah. Calon haji dengan komorbid harus mulai membiasakan tubuh dengan aktivitas fisik ringan sejak jauh hari.

Ia menyarankan jamaah membangun kebiasaan olahraga ringan seperti jalan santai atau lari kecil setidaknya 30 menit setiap pagi. Langkah ini dinilai penting agar tubuh tetap bugar dan tidak kaget saat harus menjalani rangkaian ibadah yang padat di Tanah Suci.

Baca juga : Kemenhaj Kota Tasikmalaya Siapkan Empat Kloter bagi 1.339 Calon Jemaah Haji

Selain menjaga kebugaran, Liliek juga menyoroti kepatuhan minum obat sebagai hal yang tak boleh ditawar. Menurut dia, calon haji yang selama ini sudah diwajibkan mengonsumsi obat secara teratur harus tetap meminum obat sesuai jadwal yang ditetapkan dokter.

“Bagi yang sudah diminta untuk mengkonsumsi obat secara teratur agar meminumnya sesuai jadwal yang ditentukan,” kata Liliek.

Untuk mencegah kelalaian, jemaah diminta memanfaatkan alarm di ponsel atau bantuan pendamping agar jadwal minum obat tidak terlewat. Kedisiplinan ini dinilai krusial untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil selama menjalankan ibadah.

Baca juga : Ratusan Ribu Tenaga Kesehatan Dapat Prioritas Vaksin Campak

“Agar tidak lupa mengkonsumsi obat, dapat mengaktifkan pengingat yang ada di ponselnya masing-masing dan atau melalui pendampingnya untuk mengingatkan ketika jadwalnya minum obat tiba,” ujarnya.

Tak hanya itu, calon haji dengan komorbid juga diminta menjaga pola makan. Liliek mengingatkan jamaah untuk makan tepat waktu dan mengikuti anjuran makanan dari petugas kesehatan sesuai kondisi masing-masing.

Ia menambahkan, seluruh jamaah perlu menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama masa persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji. Langkah sederhana ini dinilai berperan besar dalam menekan risiko gangguan kesehatan di tengah aktivitas ibadah yang padat.

Pada 2026, Indonesia memperoleh kuota haji sebanyak 221.000 orang. Pemberangkatan jemaah dilakukan secara bertahap, dengan kelompok terbang pertama dijadwalkan masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan berangkat ke Arab Saudi pada 22 April 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo akan Tutup 13 PLTD, Targetkan Hemat Impor BBM hingga 20 Persen
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Istana Sebut Belum Ada Rencana Tarik Pasukan TNI dari UNIFIL Lebanon
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Tim Geypens Dapat Izin Kerja 5 Tahun, Resmi Kembali Perkuat FC Emmen
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
"MBG" dan "SPPG" Ala Tebet, Kreativitas yang Sempat Diperingatkan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Mendagri Tito Ingatkan Pemda Kreatif Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.