Ratusan Ribu Nakes Dapat Prioritas Vaksin Campak

metrotvnews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes), menyusul terbitnya izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) dari Badan POM untuk kelompok usia dewasa.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menyebut langkah ini diambil untuk melindungi garda terdepan yang berisiko tinggi tertular. Sasaran prioritas vaksin adalah 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi.

"Dengan adanya KLB potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi,” kata Rizka saat jumpa pers di Kantor BPOM Jakarta, dikutip Kamis, 9 April 2026.
 

Baca Juga :

Kasus Campak Mulai Turun, Kemenkes: Dampak Imunisasi Massal

Selain nakes di daerah prioritas, vaksinasi juga akan diberikan kepada 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship di seluruh Indonesia. Total kebutuhan untuk kelompok prioritas dewasa ini diperkirakan sekitar 290 ribu dosis.

Rizka memastikan kebutuhan tersebut sangat tercukupi dengan stok nasional saat ini. Hingga minggu ke-13 tahun 2026, tercatat stok vaksin MR sebanyak 9,8 juta dosis yang cukup untuk 5,5 bulan ke depan.


Ilustrasi vaksin. Foto: Istimewa

Pihaknya menjaga agar stok di seluruh daerah tetap terjaga. Sekaligus, menjaga tidak berlebihan dan berisiko vaksin menjadi rusak.

"Karena kami punya suatu mekanisme pemantauan vaksin yang namanya SMILE melalui Satu Sehat Logistik, sehingga kami dapat memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten/kota sampai ke Puskesmas, sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real-time,” ujar Rizka.  

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, izin perluasan indikasi telah diterbitkan untuk vaksin MR, MMR, dan measles tunggal produksi Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), serta Merck Sharp Dohme (MSD).

“Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis data ilmiah, sekaligus bentuk komitmen BPOM dalam memastikan setiap intervensi kesehatan memenuhi standar keamanan dan khasiat,” jelas Taruna.

Di akhir keterangannya, Rizka mengimbau orang tua untuk segera melengkapi imunisasi dasar anak (usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster SD) tanpa menunggu terjadinya wabah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng 10, TMC Polda Metro Imbau Hindari Kepadatan Lalu Lintas
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Plastik Naik Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Emil Dardak Atur Solusi bagi Pelaku UMKM di Jawa Timur
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Geledah Kementerian PU, Kejati DKI Dalami Dugaan Penyelewengan APBN
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Serahkan 9 SK Perhutanan Sosial di Desa Darunu, Menhut Pastikan Masyarakat Jadi Pelaku Utama Pengelolaan Hutan
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Suara Surabaya Terima Laporan 3 Motor Raib Hari Ini, TKP di Tenggilis, Darmo Kali, dan Sambikerep
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.