Militer Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026), sehari setelah kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Serangan ini menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya, menurut otoritas Lebanon.
Serangan menyasar lebih dari 100 target yang disebut sebagai pos komando dan situs militer Hezbollah di berbagai wilayah, termasuk Lembah Bekaa, Gunung Lebanon, Sidon, dan desa-desa di selatan. Namun, pemerintah Lebanon menilai serangan tersebut juga berdampak pada warga sipil.
Dampak serangan menyebabkan sistem layanan kesehatan kewalahan, dengan tenaga medis diminta segera menuju rumah sakit untuk membantu penanganan korban. Selain itu, kebutuhan darah meningkat drastis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Perdana Menteri Nawaf Salam menetapkan Kamis (9/4/2026) sebagai hari berkabung nasional. Pemerintah Lebanon juga tengah menggalang dukungan internasional untuk menghentikan serangan serta menekan eskalasi konflik yang terus meningkat.





