BANDUNG, KOMPAS — Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan bencana longsor menerjang jalan umum dan rumah warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu kemarin. Tujuh warga selamat, sementara satu warga lainnya belum ditemukan hingga Kamis (9/4/2026) siang.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, longsor menerjang Jalan Cadas Pangeran, Rabu pukul 18.30 WIB. Longsor mengakibatkan jalan untuk kendaraan bermotor tak dapat dilintasi.
Longsor juga terjadi di Dusun Cirangon RT 001 RW 007 Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, pada Rabu pukul 17.30 WIB. Dua rumah tertimbun material longsor.
Tujuh warga selamat dalam musibah longsor di Desa Mekarrahayu. Sementara seorang lainnya, yakni bernama Supendi (63), masih dalam pencarian.
Tiga dari tujuh orang yang selamat itu mengalami luka-luka karena terkena material longsor. Mereka telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Umar Wirahadikusumah.
”Jalan Cadas Pangeran baru dapat dilalui pada Kamis ini sekitar pukul 05.00 WIB oleh kendaraan roda empat dan roda dua,” kata pranata humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat.
Ia mengimbau warga yang bermukim di daerah perbukitan dan dekat sungai untuk mewaspadai banjir serta longsor jika hujan turun dengan intensitas tinggi selama 1-2 jam atau lebih.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung Ade Dian Permana menyatakan, pihaknya berupaya mencari satu orang yang tertimbun di Desa Mekarrahayu sejak Kamis pagi. Operasi akan dihentikan apabila kondisinya dinilai membahayakan, seperti ada pergerakan tanah atau cuaca buruk.
”Kami terus melakukan pencarian dengan metode manual dan teknis. Faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan,” ujar Ade.
Koordinator Unit Pelaksana Teknis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Jawa Barat Teguh Rahayu menyampaikan, selama sepekan ke depan masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian wilayah Jawa Barat.
Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang dapat terjadi pada skala lokal dengan durasi singkat. Situasi ini berpeluang terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat pada 9-15 April 2026.
Rahayu memaparkan, dalam sepekan ke depan, terdapat beberapa dinamika atmosfer yang diprakirakan masih mendukung peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat.
”Pemicu hujan antara lain suhu muka laut yang masih relatif hangat di sebagian perairan Indonesia bagian barat dan kondisi labilitas atmosfer yang diprakirakan bervariasi pada kategori ringan hingga kuat yang mendukung potensi pembentukan awan konvektif,” ujarnya.





