Emas Mulai Bangkit, Begini Proyeksinya

metrotvnews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pergerakan harga emas dunia diperkirakan kembali menunjukkan potensi penguatan, seiring kombinasi sinyal teknikal yang mulai mengarah positif serta dukungan dari faktor fundamental global. Saat ini emas berada dalam fase konsolidasi yang berpotensi menjadi landasan untuk kelanjutan tren naik.

"Secara teknikal, harga emas sebelumnya telah menyelesaikan fase secondary trend atau koreksi jangka menengah, dan kini mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi di area support dinamis," kata analis Dupoin Futures Geraldo Kofit dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.

Ia mengungkapkan, area tersebut berada di sekitar indikator Moving Average 21 dan 34, yang dalam kondisi saat ini berfungsi sebagai penopang harga. Bertahannya harga di atas kedua indikator tersebut menjadi sinyal tekanan beli masih cukup terjaga.

Lebih lanjut, Geraldo menjelaskan saat ini harga tengah berupaya membentuk struktur swing low yang valid di sekitar level 4.698. Area ini dinilai sebagai support kunci yang akan menentukan arah pergerakan emas selanjutnya. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, maka peluang untuk melanjutkan tren naik masih terbuka lebar.

Dalam proyeksi pergerakannya, Dupoin Futures memperkirakan apabila momentum beli kembali menguat, harga emas berpotensi naik menuju resistance terdekat di level 4.799. Jika level tersebut berhasil ditembus, maka target kenaikan berikutnya berada di area 4.858, yang menjadi resistance lanjutan dalam struktur pergerakan saat ini.

"Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika harga dalam jangka pendek, mengingat pergerakan emas masih berpotensi mengalami fluktuasi sebelum menentukan arah yang lebih jelas. Meski demikian, selama support utama tetap terjaga, bias pergerakan cenderung masih mengarah ke sisi bullish," ungkap dia.

Baca Juga :

Kompak Melambung, Segini Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini
 


(Ilustrasi. Foto: Unplash) Prospek penguatan harga emas Dari sisi fundamental, prospek penguatan harga emas turut didukung oleh sejumlah faktor global yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Salah satu sentimen utama adalah meningkatnya ekspektasi Federal Reserve akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu mendatang.

"Indikasi perlambatan inflasi di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang membuka ruang bagi kemungkinan penurunan suku bunga," kata dia.

Penurunan suku bunga tersebut berdampak langsung pada melemahnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Ketika yield obligasi turun, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut di mata investor. Kondisi ini umumnya menjadi katalis positif bagi pergerakan harga emas.

Selain itu, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan dorongan tambahan bagi kenaikan harga emas. Dolar yang lebih lemah membuat harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor global, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan.

"Di tengah itu, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang masih berlangsung juga turut menjaga minat investor terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai. Dalam situasi yang penuh risiko, emas seringkali menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai aset," ujar dia.

Dengan kombinasi antara faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures menilai peluang kenaikan harga emas masih cukup terbuka dalam jangka pendek. Selama harga mampu mempertahankan posisi di atas area support krusial, arah pergerakan diperkirakan akan tetap condong ke sisi bullish.

"Secara keseluruhan, harga emas hari ini diproyeksikan bergerak dengan kecenderungan menguat, dengan target kenaikan yang berada di kisaran resistance terdekat. Meski volatilitas masih mungkin terjadi, struktur pasar saat ini menunjukkan momentum bullish mulai kembali terbentuk, memberikan peluang bagi harga untuk melanjutkan tren kenaikan dalam waktu dekat," jelas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Bali: Kasus Kriminal yang Melibatkan WNA di Bali Turun 23 Persen
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Indonesia–Qatar Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Fokus pada Mobilitas Talenta
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Cerita Anak Wapres Try Sutrisno: Lebih Takut Dimarahi Ayah daripada Polisi | ROSI
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Gibran soal Usul JK Naikkan BBM: Tak Sejalan dengan Presiden Prabowo
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Naik Tipis, Jumlah Pemilih di Banten 9.279.458 Orang
• 1 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.