Indonesia–Qatar Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Fokus pada Mobilitas Talenta

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nirmala Hanifah

TVRINews, Jakarta 

Dalam upaya mempererat hubungan bilateral di sektor pendidikan tinggi dan riset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah menerima kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Al-Dosari, dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Kamis, 9 April 2026. Di mana, pada pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.

Tak hanya itu, ia menegaskan pentingnya memperluas kolaborasi antarnegara, khususnya dalam bidang riset dan pengembangan sumber daya manusia unggul.

Selain itu, pada pertemuan tersebut keduanya membahas berbagai skema kerja sama, mulai dari penelitian bersama antarperguruan tinggi, pertukaran dosen dan peneliti, hingga peningkatan mobilitas mahasiswa antara Indonesia dan Qatar.

“Kami melakukan penelitian di berbagai bidang dan membuka peluang kolaborasi riset bersama antara perguruan tinggi di Indonesia dan Qatar. Melalui skema proyek penelitian bersama, para peneliti dari kedua negara dapat berkolaborasi secara langsung. Selain itu, kami juga mendorong peningkatan mobilitas mahasiswa, termasuk kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi dan melakukan riset di universitas-universitas di Qatar,” ujar Menteri Brian.

Selain kerja sama riset, kedua pihak juga membahas peluang peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Qatar, termasuk melalui program beasiswa. 

Menteri Brian berharap, langkah ini dapat memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas internasional.

Dikesempatan tersebut, Duta Besar Qatar menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan komitmen negaranya untuk terus memperkuat hubungan di sektor pendidikan tinggi. Sejumlah universitas di Qatar yang telah bermitra dengan institusi global turut menjadi bagian dari pembahasan dalam pertemuan ini.

Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan program gelar ganda dan gelar bersama, khususnya pada jenjang magister dan doktoral. Skema ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman akademik di dua negara sekaligus dengan bimbingan dari perguruan tinggi mitra.

Selain itu, kedua pihak sepakat untuk mengoptimalkan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya sekaligus membuka peluang kemitraan baru dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kolaborasi ini sejalan dengan kebijakan penguatan pendidikan tinggi berbasis dampak, yang menekankan pada hilirisasi riset, pengembangan SDM unggul, serta keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan industri.

Dalam konteks yang lebih luas, pembahasan juga mencakup pengembangan sains terapan dan teknologi berbasis riset yang terintegrasi dengan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kemitraan ini, pemerintah berharap transformasi pendidikan tinggi di Indonesia dapat semakin adaptif dan kompetitif di tingkat global, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Melandai, Satu Gramnya Jadi Segini
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Andy Robertson tinggalkan Liverpool akhir musim ini
• 29 menit laluantaranews.com
thumb
Menkomdigi Minta TikTok dan Roblox Segera Patuhi PP Tunas, Terakhir Besok
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Serangan Besar Israel ke Lebanon usai Gencatan Senjata AS-Iran Tewaskan 254 Orang dalam Sehari
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Peringkat Terbaru Olahraga untuk Umur Panjang Dirilis, Jalan Kaki Peringkat Pertama
• 16 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.