Kemenkes Prioritaskan Vaksin Campak untuk Tenaga Kesehatan

tvrinews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan pemberian vaksin campak kepada tenaga kesehatan (nakes) setelah terbitnya izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) untuk kelompok usia dewasa dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalusia, mengatakan kebijakan ini bertujuan melindungi nakes sebagai garda terdepan yang memiliki risiko tinggi tertular, terutama di tengah kejadian luar biasa (KLB) campak di sejumlah wilayah.

Ia menjelaskan, sasaran prioritas mencakup 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan yang tersebar di 14 provinsi dengan angka kasus tertinggi. Selain itu, vaksinasi juga menyasar 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang tengah menjalani program internship di seluruh Indonesia.

“Dengan adanya KLB, potensi penularan kepada kelompok berisiko tinggi, khususnya nakes yang berinteraksi langsung dengan pasien, menjadi semakin besar,”kata Rizka dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.

Secara keseluruhan, kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa tersebut diperkirakan mencapai sekitar 290 ribu dosis. Kemenkes memastikan jumlah ini dapat terpenuhi, mengingat stok nasional vaksin MR masih mencukupi.

Hingga pekan ke-13 tahun 2026, ketersediaan vaksin MR tercatat mencapai 9,8 juta dosis, yang diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 5,5 bulan ke depan. Pemerintah juga terus menjaga distribusi vaksin agar merata tanpa menimbulkan risiko kerusakan akibat kelebihan stok.

Pemantauan distribusi dilakukan melalui sistem SMILE yang terintegrasi dalam platform Satu Sehat Logistik, sehingga ketersediaan vaksin dapat dipantau secara real-time hingga ke tingkat puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan.

Sementara itu, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyetujui perluasan indikasi untuk sejumlah vaksin, yakni MR, MMR, serta vaksin campak tunggal.

Vaksin tersebut diproduksi oleh Bio Farma bekerja sama dengan Serum Institute of India, serta perusahaan farmasi global seperti GlaxoSmithKline (GSK) dan Merck Sharp & Dohme (MSD).

Taruna menegaskan, keputusan tersebut diambil melalui kajian ilmiah yang ketat guna memastikan keamanan dan efektivitas vaksin bagi masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Rizka mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk segera melengkapi imunisasi dasar anak sesuai jadwal, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta booster saat usia sekolah dasar, tanpa harus menunggu terjadinya wabah.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPB Sebut 15 Orang Terluka Akibat Gempa Bumi M4,7 di Flores Timur
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Dubes UAE Ingatkan Indonesia Tidak Kebal dari Dampak Perang AS-Israel Vs Iran
• 22 jam lalukompas.com
thumb
DPR dorong percepatan usulan Sekolah Rakyat di 13 kab/kota se-Kalsel
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Israel Gempur Lebanon Usai Gencatan Senjata
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Harga Emas Dunia Menguat usai Gencatan Senjata AS-Iran
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.