Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, mengungkapkan upaya TNI AU dalam menghemat di tengah krisis energi akibat gejolak global.
"Kami sangat memahami situasi global yang terjadi di mana salah satunya adalah kenaikan harga minyak. Nah Angkatan Udara memang secara langsung berdampak karena bahan bakar pun harus kita hemat," kata Tonny usai di Mabes TNI AU, Jakarta Timur, Kamis (9/4).
Tonny mengatakan upaya penghematan pertama berkaitan dengan patroli prajurit. Menurutnya patroli tersebut kini dikombinasikan latihan para prajurit.
"Kami telah menyiasati beberapa kegiatan, misalnya kami melaksanakan patroli dikombinasi dengan latihan," ucap Tonny.
Jam terbang bagi para penerbang TNI AU pun dioptimalkan. Latihan bagi para penerbang, kata Tonny, kini dilakukan 2 sampai 3 kali dalam satu kali terbang.
"Kemudian mengoptimalkan jam terbang yang diberikan kepada seluruh penerbang. Mengoptimalkan ini bahwa dalam satu kali exercise, kita bisa sekali terbang melaksanakan dua, tiga exercise," tutur Tonny.
"Sambil misalnya latihan formasi atau latihan penembakan tapi digabung juga dengan low level misalnya untuk profisiensi," sambungnya.
Meski begitu, walaupun ada penyesuaian di tengah krisis tersebut, Tonny mengatakan tidak ada penurunan kualitas. Utamanya dalam soal keamanan dan profesionalitas penerbangan TNI AU.
"Jadi Angkatan Udara sangat adaptif menyesuaikan dari kebijakan pemerintah bahwa kita juga tetap menyesuaikan dengan situasi global, tetapi kami tidak menurunkan kualitas safety dan kualitas profesionalisme penerbang kami," ungkap Tonny.
Tonny menegaskan dalam penghematan ini tidak ada jam terbang yang berkurang bagi TNI AU. Melainkan penghematan lebih mengarah pada penggunaan bahan bakar dengan merangkap porsi-porsi latihan dalam sekali penerbangan.
"Jadi memang benar jam terbang tidak kita kurangi, sama sekali tidak dikurangi, hanya pemanfaatan fuel yang kita kurangi dan beberapa metode latihan yang kita jadikan satu yang semula exercise-nya sendiri-sendiri," sebut Tonny.





