Efisiensi Layanan Jadi Kunci di Tengah Kenaikan Biaya Kesehatan

republika.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kenaikan biaya kesehatan mulai menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah yang tidak sepenuhnya terlindungi skema jaminan sosial. Beban tidak hanya berasal dari tarif layanan medis, tetapi juga proses administrasi yang panjang di fasilitas kesehatan.

Dalam praktiknya, pasien kerap menghadapi prosedur berulang, mulai dari verifikasi jaminan hingga koordinasi antarunit layanan. Kondisi ini memperpanjang waktu tunggu sekaligus menambah biaya tidak langsung seperti akomodasi keluarga dan kehilangan waktu kerja.

Baca Juga
  • 5.000 Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis di Lapas Cibinong
  • Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi, Peringati Hari Perempuan Internasional
  • Inovasi BLUD Kesehatan di Tangsel, Sekda Bambang: Pahami Perkembangan Layanan Masa Kini

Kebutuhan efisiensi layanan mendorong kolaborasi antara perusahaan asuransi dan penyedia layanan kesehatan untuk menyederhanakan proses tersebut. Pada Rabu (8/4/2026), BRI Life menjalin kerja sama dengan RS Awal Bros Group untuk mengintegrasikan layanan di sejumlah rumah sakit di Kepulauan Riau dan Riau.

CEO RS Awal Bros Group Arfan Awaloeddin mengatakan, layanan kesehatan perlu menyesuaikan dengan kebutuhan pasien yang menginginkan proses lebih cepat dan pasti.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Pasien seharusnya tidak terbebani urusan di luar pengobatan. Energi mereka harus difokuskan untuk pemulihan,” ujarnya dalam keterangan dikutip pada Kamis (9/4/2026).

Melalui integrasi layanan, pasien akan mendapatkan pendampingan selama proses administratif dan medis sehingga alur pelayanan lebih ringkas. Pendekatan ini diharapkan mengurangi keterlambatan tindakan akibat kendala nonmedis.

Direktur BRI Life Sutadi mengatakan penyederhanaan proses dapat menekan biaya tambahan di tengah tren kenaikan biaya kesehatan.

“Dengan proses yang lebih sederhana, waktu tunggu bisa ditekan dan biaya tambahan dapat dihindari,” katanya.

Tekanan biaya kesehatan juga dipengaruhi kondisi global. Laporan Bank Dunia mencatat kenaikan harga energi dan ketidakpastian ekonomi berdampak pada peningkatan biaya di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan.

Dalam situasi tersebut, biaya tidak langsung seperti waktu tunggu dan proses administrasi menjadi faktor yang semakin membebani rumah tangga. Pengamat menilai pembenahan sistem layanan menjadi krusial untuk menjaga efisiensi biaya.

Ke depan, model layanan terintegrasi dinilai perlu diperluas agar akses layanan kesehatan yang cepat dan efisien dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank Dunia Sebut Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Asia Timur Dibanding Tarif AS
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Asa Kompor Listrik dari Dapur Warga
• 25 menit lalukompas.id
thumb
Krisis Energi Global Diprediksi Berlarut Meski Iran Buka Selat Hormuz
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Studi: Gelombang Panas Melebihi Kemampuan Manusia dan Berpotensi Memburuk
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Anjlok Rp50 Ribu, Emas Antam Dipatok Rp2.850.000 per Gram pada 9 April 2026
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.