Jakarta, VIVA – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menorehkan prestasi di bidang keberlanjutan dengan meraih anugerah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas 2025 sekaligus Green Leadership Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Capaian ini menegaskan komitmen perusahaan membangun kepercayaan publik dengan menjaga lingkungan secara serius.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P. menyampaikan, kini pemerintah pusat akan turun langsung melakukan pengawasan, pengendalian, penegakkan hukum dan bimbingan teknis pada semua jajaran pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Hal ini sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden No.183 tahun 2024.
Hanif menambahkan, penyelenggaraan PROPER tahun 2025 agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan PROPER benar-benar dilakukan oleh institusi di Kementerian Lingkungan Hidup saja tetapi mulai tahun depan akan menjangkau seluruh unit penyelenggara unit usaha di Indonesia sebagai mandat atau asas dari Pasal 70 Undang-Undang 32 Tahun 2009.
"Di tahun 2026 nantinya, kita akan mencoba melakukan penilaian sebagai bentuk kewajiban kami kepada negara dalam melakukan pengawasan pada seluruh unit-unit usaha yang ada di Tanah Air," ucap Hanif.
Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menegaskan kepercayaan masyarakat sangatlah penting bagi perusahaan. Hal inilah yang mendorong perusahaan untuk melakukan berbagai inisiatif lingkungan dan berbagai program pemberdayaan guna mendorong kemandirian masyarakat.
- VIVA/Ayesha Puri
“Kami melakukan ini tujuannya untuk membangun kepercayaan. Ini salah satu cara kami untuk membangun kepercayaan," ujar Irwan saat ditemui usai menerima penghargaan PROPER Emas 2025 di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta pada Selasa, 7 April 2026.
Bagi Irwan, menjaga lingkungan sama nilainya dengan menjaga keberlangsungan bisnis. Ia menambahkan, tidak ada cara yang lebih baik untuk membangun kepercayaan konsumen selain dari bagaimana pelaku usaha menjaga lingkungan.
"Saya rasa tidak ada upaya membangun kepercayaan yang lebih baik dari pemeliharaan lingkungan. Logikanya kalau sama lingkungan aja baik, sama konsumennya mestinya lebih baik," tutur Irwan.





