Jakarta, VIVA – Kehadiran QJMotor di Indonesia menambah pilihan merek sepeda motor di pasar yang sudah diisi banyak pemain global. Masuknya pabrikan asal Tiongkok ini juga beriringan dengan perhatian terhadap kontribusi industri terhadap perekonomian nasional.
Hal tersebut terlihat saat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan kerja ke fasilitas produksi QJMotor Manufacture Indonesia. Kunjungan ini menjadi bagian dari peninjauan terhadap kesiapan investasi serta arah pengembangan industri otomotif.
Dalam pertemuan itu, pembahasan mencakup sejumlah aspek, termasuk Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). DPR menilai aspek ini penting dalam mendukung pertumbuhan industri berbasis lokal.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Pertaunan Dulay, menyampaikan bahwa investasi di sektor manufaktur perlu memberikan nilai tambah. “Kami mendorong agar setiap investasi di sektor manufaktur tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur dan bertahap,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Kamis 9 April 2026.
Menurutnya, penerapan TKDN dapat berkontribusi terhadap penguatan industri dalam negeri. Hal ini juga berkaitan dengan pengembangan rantai pasok serta peluang penyerapan tenaga kerja.
Dari sisi perusahaan, QJMotor Manufacture Indonesia menyampaikan bahwa peningkatan TKDN telah menjadi bagian dari rencana pengembangan. Implementasi dilakukan secara bertahap mengikuti kesiapan produksi dan dukungan pemasok lokal.
Perusahaan juga menjelaskan bahwa proses produksi didukung teknologi manufaktur modern. Penggunaan sistem otomasi dan pengendalian kualitas menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi produk.
Selain TKDN, pembahasan juga mencakup penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar ini dinilai memiliki peran dalam menjaga kualitas produk serta memberikan perlindungan kepada konsumen.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyampaikan pentingnya penerapan standar dalam industri. “Standar seperti SNI bukan hanya regulasi, tetapi merupakan instrumen penting untuk menjaga kualitas industri nasional agar mampu meningkatkan kualitas industri dalam negeri,” katanya.
QJMotor Indonesia menyatakan akan mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan SNI dalam proses produksi. Hal ini disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan memenuhi kebutuhan pasar.




