Kronologi Balita Hanyut di Saluran Air Kembangan hingga Ditemukan Tewas

kompas.com
22 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang balita berinisial HKH (4) hanyut di saluran air wilayah Jalan Flamboyan RT 04 RW 02, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu (8/4/2026) siang.

Sehari berselang, atau pada Kamis (9/4/2026) pagi, bocah malang tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di aliran Kali Cengkareng Drain, tepatnya di pintu air Pedongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat.

Detik-detik memilukan saat korban terseret derasnya arus di saluran air sempat terekam oleh kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Jakarta Jadi Joki Bansos, Bantu Biaya Sekolah Anak

Berdasarkan video rekaman CCTV yang diunggah oleh akun Instagram @damkarkembangan, tampak korban tak sanggup bertahan di dalam derasnya aliran air di dalam gorong-gorong perumahan.

HKH sempat terlihat berusaha meraih tembok untuk berpegangan dan menahan badannya agar tak terbawa arus.

Namun, upaya tersebut gagal karena ia tetap tersapu derasnya aliran air di tengah kondisi hujan lebat yang mengguyur.

Salah satu tetangga korban, Hilman, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula saat korban tengah asyik mandi hujan bersama sang kakak.

"Jadi kronologinya informasi yang saya dapat itu dia itu lagi sama abangnya berdua hujan-hujanan. Terus tiba-tiba abangnya pulang, bilang adiknya hanyut, jatuh ke saluran air itu," kata Hilman saat dihubungi Kompas.com via Whatsapp, Kamis (9/4/2026).

Hilman menjelaskan, saluran air di lingkungan tersebut sejatinya tidak memiliki arus yang membahayakan jika dalam kondisi cuaca normal.

Namun, debit air akan meningkat drastis ketika hujan deras melanda.

"Jadi gorong-gorong itu sebenernya biasanya enggak deras airnya, tapi kalau hujan deres emang jadi banyak airnya, malah kadang meluber ke jalanan. Emang arusnya jadi kencang," jelasnya.

Baca juga: Memalsukan Realitas di Era AI: Pelajaran dari PPSU Kalisari

Menurut dia, warga setempat sudah sering mengingatkan agar area tersebut tidak dijadikan tempat bermain anak-anak.

"Di situ udah sering dibilangin hati-hati, beberapa kali anak-anak main kayak perosotan gitu dari tanjakan di atas," ucapnya.

Ia pun menyayangkan insiden nahas yang menimpa HKH dan menilai lokasi tersebut memang berbahaya, terutama bagi anak-anak.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Jadi emang bahaya juga buat main anak-anak sebenernya, apalagi itu anak di bawah enam tahun tanpa ada pengawasan dari orang tuanya ya," tutur Hilman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Tenis Putri Indonesia Sapu Bersih India 3-0 di Piala Billie Jean King
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kasus Foto Rekayasa AI di Kalisari Ternyata Berulang, Pramono: Pelakunya Orang yang Sama
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Aksi Solidaritas Andrie Yunus Korban Penyiraman Air Keras Digelar di Depan Kodam V/Brawijaya
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
DPR Dukung Prabowo Tak Naikkan Harga BBM Subsidi: Rakyat Butuh Ketenangan
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Ammar Zoni Akhirnya Minta Maaf Usai Diduga Disindir Suami Baru Irish Bella Soal Pleidoi, Singgung Soal Nasib Anak
• 18 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.