Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menolak wacana yang mendorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia tidak tepat dijadikan dalih untuk menaikkan harga BBM.
Advertisement
Misbakhun menegaskan dirinya tetap berpegang pada arahan Presiden Prabowo untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi.
“Arahan Presiden Prabowo untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi didukung oleh perhitungan yang cermat dan hati-hati dengan memperhatikan ruang fiskal yang ada,” jelas dia kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Politikus Golkar ini merujuk pada kalkulasi Kementerian Keuangan yang dipaparkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, di mana pemerintah telah memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
“Langkah ini diambil pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi,” ungkap dia.
Selain itu, Misbakhun juga menyoroti ketahanan pangan nasional yang saat ini berada dalam kondisi sangat prima.
Dia menyebut persediaan pangan saat ini sebagai yang tertinggi dalam sejarah, yakni mencapai 4,4 juta ton yang tersebar di seluruh gudang Bulog di Indonesia.
“Ini adalah bukti kesiapan pemerintah dalam melindungi rakyat,” jelas Misbakhun.
Karenanya, Misbakhun mengajak para elite politik bersatu bersama pemerintah untuk memperkuat persatuan nasional.
Ia menilai hal itu penting agar situasi politik tetap kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa kekhawatiran terhadap isu kenaikan harga kebutuhan pokok.
"Rakyat butuh ketenangan, bukan dipanasi dengan isu yang bisa menimbulkan gejolak sosial," katanya.




