Moms, di usia 3 tahun, banyak orang tua mulai khawatir soal kemampuan akademik anak, mulai dari baca, tulis, hingga kemampuan Bahasa Inggris. Padahal, di fase ini, ada satu hal yang sangat penting dilakukan untuk mendukung perkembangan otak dan tubuh si kecil.
Alih-alih fokus pada akademik terlalu dini, anak justru membutuhkan pengalaman yang bisa membentuk dasar perkembangannya. Inilah yang nantinya menjadi pondasi penting untuk kemampuan fokus, regulasi emosi, hingga kesiapan belajar di masa depan. Penasaran apa saja kegiatannya? Yuk simak penjelasan psikolog di bawah ini!
Stimulasi yang Dibutuhkan Anak Usia 3 TahunMenurut psikolog anak dan remaja, Anastasia Satriyo, M.Psi., Psikolog pada usia 3 tahun anak memerlukan dasar stimulus yang cukup untuk membentuknya di masa depan.
Beberapa stimulasi yang harus dilakukan di rumah setiap hari adalah:
Proprioseptif (otot dan sendi) membantu anak lebih tenang dan fokus. Contoh: mendorong kursi, melompat di kasur, memeluk bantal besar.
Vestibular (keseimbangan dan gerak) penting untuk koordinasi tubuh. Contoh: bermain ayunan, berlari, naik turun tangga.
Tactile (sentuhan) membantu anak tidak sensitif terhadap rangsangan. Contoh: bermain pasir, air, slime, atau finger painting.
Oral motor dan bahasa mendukung kemampuan bicara dan otot mulut. Contoh: meniup gelembung, minum dengan sedotan, makan berbagai tekstur.
Rutinitas gerak harian, anak butuh banyak bergerak dan eksplorasi, bukan duduk atau diam terlalu lama.
Bukan Sekadar Pintar, tapi Siap BelajarKarena di usia 3 tahun, anak perlu eksplorasi sehingga bukan fokus pada sekolah internasional dan bilingual karena nantinya akan berpengaruh pada kegiatan sosial anak.
“Sebaiknya di usia 3 tahun, yang paling penting adalah stimulasi untuk kesiapan sistem saraf terutama regulasi emosi, adaptasi lingkungan, dan kenyamanan sensorik,” jelas Anastasia.
Jika anak terlalu cepat dipaksa fokus pada akademik atau bahkan bilingual, hal ini bisa membuat anak lebih mudah merasa overwhelmed dan kesulitan beradaptasi.
Jadi, daripada mengejar pencapaian akademik terlalu dini, yuk fokus pada pondasi yang tepat. Karena di usia ini, belajar terbaik datang dari bermain, bergerak, dan bereksplorasi, Moms.





