EtIndonesia. Media AS mengungkap bahwa dalam operasi penyelamatan pilot Amerika yang terjebak di Iran, Central Intelligence Agency menggunakan sebuah “senjata rahasia” yang membantu militer AS menemukan lokasi tepat target. Sumber menyatakan bahwa dengan teknologi ini, “selama jantung Anda masih berdetak, kami bisa menemukan Anda.”
Menurut laporan New York Post yang mengutip sumber internal, CIA menggunakan alat baru bernama “Ghost Murmur” (Bisikan Hantu) untuk menemukan pilot kedua AS yang ditembak jatuh di Iran selatan dan berhasil menyelamatkannya.
Teknologi ini menggunakan metode pengukuran magnetik kuantum jarak jauh untuk mendeteksi “sidik jari elektromagnetik” dari detak jantung manusia, lalu menggabungkannya dengan perangkat lunak kecerdasan buatan untuk memisahkan sinyal karakteristik dari kebisingan latar belakang.
“Ini seperti mendengar satu suara di stadion besar—hanya saja stadion itu adalah gurun seluas ribuan kilometer persegi. Dalam kondisi yang tepat, selama jantung Anda masih berdetak, kami bisa menemukan Anda,” ujar sumber tersebut.
Dalam konferensi pers Gedung Putih pada Senin, Presiden Donald Trump dan Direktur CIA John Ratcliffe juga memberikan isyarat terkait teknologi ini.
Trump mengatakan kepada media bahwa CIA menemukan pilot yang hilang dari jarak “40 mil”, dan menyebut pencarian itu seperti “mencari jarum di tumpukan jerami,” serta memuji kinerja CIA sebagai luar biasa.
Ratcliffe menyatakan bahwa pada Sabtu pagi, CIA “mencapai tujuan utama kami—menemukan salah satu agen terbaik dan paling berani Amerika, serta memastikan ia masih hidup, bersembunyi di celah pegunungan. Musuh tidak dapat melihatnya, tetapi CIA bisa.”
Ia menambahkan bahwa konfirmasi tersebut kemudian disampaikan kepada presiden oleh Menteri Pertahanan, dan operasi segera memasuki tahap eksekusi.
Pertama Kali Digunakan dalam Operasi NyataLaporan tersebut menyebutkan bahwa teknologi rahasia “Ghost Murmur” dikembangkan oleh Lockheed Martin melalui divisi “Skunk Works”. Ini merupakan pertama kalinya alat tersebut digunakan dalam operasi nyata oleh CIA.
Pilot F-15E AS yang terjebak di Iran bersembunyi di celah pegunungan terpencil untuk menghindari pencarian musuh. Sumber menyebutkan bahwa kondisi medan tersebut justru menjadi “skenario ideal” untuk penggunaan awal teknologi ini: gangguan elektromagnetik sangat rendah dan hampir tidak ada sinyal manusia lain yang mengganggu.
Selain itu, perbedaan suhu antara tubuh manusia dan permukaan tanah pada malam hari memberikan lapisan konfirmasi tambahan bagi sistem.
Dalam kondisi normal, sinyal seperti ini sangat lemah dan biasanya hanya dapat dideteksi di rumah sakit dengan sensor yang ditempel langsung di dada. Namun, teknologi pengukuran magnetik kuantum memungkinkan pendeteksian dari jarak jauh.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa dalam operasi penyelamatan ini, dua teknologi digunakan secara bersamaan. Pilot membawa perangkat pelacak darurat Boeing CSEL (Combat Survivor Evader Locator) yang memberikan sinyal, tetapi tim penyelamat tetap tidak dapat menentukan lokasi pasti. Pada saat krusial, “Ghost Murmur” berhasil mengunci posisi pilot secara akurat.
Dalam konferensi pers Senin, Trump juga menyebut bahwa Ratcliffe “tampil sangat luar biasa malam itu—dia melakukan sesuatu yang saya tidak tahu apakah boleh dibicarakan.” Ia juga bercanda bahwa teknologi tersebut “mungkin masih rahasia—kalau dia membicarakannya, saya mungkin harus memasukkannya ke penjara, tapi saya tidak ingin melakukannya.”
Laporan diterjemahkan oleh Jin Jing / Editor: Lin Qing





