Jakarta: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga atas tingginya tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Menurut dia, arus mudik dan balik 2026 berjalan relatif tertib dan lancar.
“Alhamdulillah semua dapat kita lalui dan masyarakat menyampaikan kepuasannya, tetapi ini adalah hasil kerja sama kita semua, adalah hasil perencanaan yang memang dirancang sedemikian rupa untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 8 April 2026, mengutip rilis Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Prasetyo mengakui masih terdapat sejumlah catatan dalam pelaksanaan mudik tahun ini. Catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan tahun-tahun mendatang.
“Meskipun ada catatan-catatan tentunya untuk perbaikan,” kata Prasetyo.
(Dok: Bakom RI)
Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 mencapai 85,3 persen. Sementara itu, survei KedaiKopi mencatat tingkat kepuasan masyarakat sebesar 88,8 persen.
Data Kementerian Perhubungan menunjukkan total penumpang angkutan umum selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 23,54 juta orang, meningkat 10,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan peningkatan terjadi di seluruh moda transportasi. Angkutan jalan tercatat sebanyak 3,89 juta penumpang atau naik 11,64 persen dibandingkan 2025 sebesar 3,49 juta penumpang.
Baca Juga :
Mudik Lebaran 2026 Sukses, Istana Sampaikan Terima Kasih ke Masyarakat“Moda kereta api sebanyak 7,31 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 10,13% dibandingkan 2025 yaitu 6,64 juta penumpang. Dan moda penyeberangan sebanyak 5,52 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 15,36% dibandingkan 2025 yaitu 4,79 juta penumpang,” kata Dudy dalam acara Penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Jakarta, Senin, 30 MAret 2026.
Selain itu, jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek juga mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 2,96 juta kendaraan keluar dari Jabodetabek, naik 4 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu.
Mayoritas kendaraan bergerak menuju arah timur Pulau Jawa (Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur) sebanyak 1,5 juta unit atau 51,50 persen. Sebanyak 26,5 persen atau 785 ribu kendaraan menuju arah barat (Banten dan Sumatra), serta 22 persen atau 654 ribu kendaraan menuju arah selatan (Bogor dan Sukabumi).
Sementara itu, pergerakan orang secara keseluruhan berdasarkan Data Mobile Positioning pada 13–29 Maret 2026 tercatat mencapai 147,55 juta orang.




