WASHINGTON, KOMPAS.TV - Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, membela pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam Iran sebelum gencatan senjata.
Leavitt menyebut Trump memang memiliki retorika yang "keras" dan justru menjadi kekuatan dalam negosiasi.
Sebelumnya, Trump mengancam akan memusnahkan peradaban di Iran melalui unggahan di media sosial pada Selasa (7/4/2026) atau sehari sebelum gencatan senjata.
Terkait ancaman tersebut, sejumlah pihak menilai pernyataan Trump setara dengan ancaman kejahatan perang.
"Retorika dan gaya negosiasi beliau yang sangat keras telah mencapai apa yang kita saksikan saat ini," kata Leavitt dikutip Associated Press, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Pezeshkian Sebut Penghentian Serangan ke Lebanon Kunci Gencatan Senjata, Wapres AS: Iran Salah Paham
Menurut Leavitt, ancaman-ancaman Trump tersebut membuat Iran tunduk dan menerima kesepakatan gencatan senjata dan membuka Selat Hormuz.
"Saya kira ancaman tegas dari Presiden AS membuat rezim Iran bertekuk lutut dan meminta gencatan senjata serta setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz," kata Leavitt.
Sebelumnya, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik, jembatan, hingga fasilitas penyulingan air di Iran jika Teheran tidak segera meneken kesepakatan atau membuka Selat Hormuz.
Melalui media sosial Truth Social, Donald Trump juga menebar ancaman seperti mengirimkan "neraka" ke Iran dan menghancurkan peradaban negara tersebut.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- donald trump
- ancaman donald trump
- donald trump musnahkan peradaban
- gedung putih
- perang iran





