Mentan Amran Kumpulkan BUMN Pangan di Bogor, Bahas Hilirisasi Komoditas Pertanian

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumpulkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan di Kantor Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Kota Bogor, Kamis (9/4/2026).

Amran mengungkapkan, pertemuan tersebut merupakan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk membahas percepatan hilirisasi komoditas pertanian.

Baca juga: Sebut Video Marahi PKL Ditonton Jutaan Warganet, Walkot Bogor: Padahal Marahnya Baru Sekali

Ia menjelaskan, produksi etanol akan menggunakan bahan baku dalam negeri seperti jagung, ubi kayu, dan tebu.

"Hari ini kita kumpulkan BUMN pangan atas arahan Bapak Presiden, kita melakukan akselerasi beberapa sektor hilirisasi khsusunya kelapa, gambir, ubi, jagung dan tebu untuk etanol. Kemudian kelapa agar added value-nya ada di negara kita. Kita tidak ekspor bahan mentah tetapi kita ekspor bahan jadi," ungkap Amran di RPN, Kota Bogor, Kamis.

Baca juga: Prabowo Sebut RI Punya Karunia Air Berlimpah: Satu Hari Hujan di Bogor Sama dengan Setahun di Australia

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas pengembangan komoditas unggulan seperti kakao, kopi, pala, dan kelapa untuk mempercepat peningkatan nilai tambah.

"Kemudian pengembangan kakao, kopi, pala, kelapa yang menjadi komoditas unggulan kita dan demand-nya kita ditingkat dunia. Nah itu kita lakukan akselerasi," ujarnya.

Baca juga: Ada Proyek Perpanjangan Jalur, Tiga Peron di Stasiun Bogor Ditutup hingga Juli 2026

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dari hasil hilirisasi komoditas pertanian, Amran mengklaim langkah ini berpotensi meningkatkan ekspor hingga Rp 161 triliun dan menekan impor sebesar Rp 41 triliun.

"Sekarang ini dengan kita memulai hilirisasi peningkatan ekspor kita Rp 161 triliun. Impor kita turun Rp 41 triliun. Ini luar biasa," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Mengenali Orang yang Tumbuh dengan Penuh Cinta Dilihat dari Ucapannya Menurut Ilmu Psikologi
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Telkomsel Gelar NextDev Summit 2026, 10 Finalis Technopreneurs Unjuk Solusi AI
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Kamis 9 April 2026
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Gibran soal Usul JK Naikkan BBM: Tak Sejalan dengan Presiden Prabowo
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Atasi Sinyal Lemah di Daerah, Kemkomdigi Siapkan Spektrum Baru
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.