Pantau - Pengusaha motor asal China Zhang Xue menjadi sorotan setelah merek buatannya, ZXMotor, menjuarai ajang World Superbike Championship (WSBK) 2026 di Portimão, Portugal, mengalahkan pabrikan besar seperti Ducati, Kawasaki, dan Yamaha.
Perjalanan dari Akar RumputZhang Xue, yang lahir pada 1987 di Provinsi Hunan, tumbuh dalam kondisi sulit setelah orang tuanya bercerai dan harus tinggal di rumah sederhana bersama neneknya.
Ia putus sekolah pada usia 14 tahun dan bekerja sebagai mekanik magang di bengkel sepeda motor, tempat ia mulai mengenal dunia otomotif.
Dengan tabungan sekitar 8.000 yuan, ia membeli motor bekas dan memperbaikinya sendiri, bahkan sampai tidur bersama motornya hingga dijuluki “orang gila”.
Keinginannya menjadi pembalap mulai terlihat saat ia nekat mengejar kru televisi sejauh 100 kilometer di tengah hujan demi mendapat kesempatan tampil.
"Tolong, izinkan saya mencoba sekali lagi!" teriaknya kepada sutradara saat itu.
Ia juga mengungkapkan, "Tampil di televisi tidaklah penting. Saya hanya berharap tim balap profesional dapat melihat saya di televisi dan mengizinkan saya bergabung dengan tim mereka."
Kesempatan itu membawanya masuk ke tim balap sebagai mekanik, namun keterbatasan pengalaman membuatnya sulit bersaing sebagai pembalap.
Bangkit Lewat Inovasi dan ZXMotorKegagalan di lintasan mendorong Zhang Xue beralih menjadi produsen motor dengan mendirikan Kove Moto pada 2017 sebelum akhirnya keluar akibat konflik dengan investor pada 2024.
Ia kemudian membangun ZXMotor dari nol dengan dukungan rantai pasok di Chongqing meski minim modal.
"Saya akan menolak kredit dari orang lain. Namun, jika Zhang Xue meminta kredit, saya akan memberikannya kepada Anda!" ungkap salah satu pemasok yang percaya pada visinya.
Motor buatannya, 820RR, berhasil menarik perhatian pasar dengan performa tinggi dan harga terjangkau, hingga valuasi perusahaan menembus lebih dari 1 miliar yuan.
Puncaknya, ZXMotor bersama pembalap Prancis Valentin Debis tampil di WSBK dan meraih kemenangan dengan selisih hampir empat detik.
"Saya telah menunggu 20 tahun untuk momen ini! Kita menang!" ungkap Zhang Xue saat kemenangan bersejarah itu.
Kesuksesan ini menjadikan Zhang Xue sebagai simbol inspirasi di China, membuktikan bahwa latar belakang sederhana tidak menghalangi seseorang untuk mencapai panggung dunia.




