HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Penemuan mengejutkan datang dari dalam gua es di Rumania. Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi bakteri purba yang telah “terkunci” dalam lapisan es selama sekitar 5.000 tahun—dan yang lebih mencengangkan, bakteri ini ternyata kebal terhadap berbagai antibiotik modern.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers ini membuka dua sisi sekaligus: potensi ancaman kesehatan global, sekaligus peluang besar bagi pengembangan obat dan teknologi masa depan.
Kebal Antibiotik Meski Hidup Sebelum Era Modern
Bakteri bernama Psychrobacter SC65A.3 ditemukan di Gua Es Scărișoara, Rumania. Meski berasal dari masa jauh sebelum antibiotik ditemukan, mikroorganisme ini memiliki lebih dari 100 gen yang berkaitan dengan resistensi antibiotik.
Dilansir dari Science Daily 2026, dalam pengujian laboratorium, bakteri ini mampu bertahan dari berbagai jenis antibiotik yang saat ini digunakan untuk mengobati infeksi serius seperti tuberkulosis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga radang usus.
“Ini menunjukkan bahwa resistensi antibiotik sebenarnya sudah berkembang secara alami di lingkungan, jauh sebelum manusia mulai menggunakannya,” ujar Dr. Cristina Purcarea, peneliti dari Institute of Biology Bucharest.
Tidak Hanya Berbahaya, Juga Bisa Lawan “Superbug”
Menariknya, bakteri purba ini tidak hanya menjadi ancaman. Para peneliti menemukan bahwa Psychrobacter SC65A.3 juga mampu menghambat pertumbuhan “superbug”—bakteri berbahaya yang sudah kebal terhadap banyak antibiotik.
Selain itu, bakteri ini menghasilkan enzim unik yang berpotensi dimanfaatkan dalam dunia medis dan industri, mulai dari pengembangan antibiotik baru hingga teknologi bioteknologi.
Penelitian dari Es Berusia Ribuan Tahun
Untuk menemukan bakteri ini, tim ilmuwan mengebor inti es sedalam 25 meter dari dalam gua, yang menyimpan rekaman lingkungan hingga 13.000 tahun lalu. Sampel es dijaga tetap steril dan beku sebelum dianalisis di laboratorium. Dari hasil analisis genom, ditemukan ratusan gen yang belum diketahui fungsinya—membuka peluang besar untuk penelitian lanjutan.
Risiko dari Es yang Mencair
Meski menjanjikan, penemuan ini juga membawa kekhawatiran. Jika lapisan es mencair akibat perubahan iklim, mikroba purba ini berpotensi dilepaskan ke lingkungan modern. “Gen resistensi ini bisa berpindah ke bakteri masa kini dan memperparah krisis global resistensi antibiotik,” jelas Purcarea.
Harapan Baru di Tengah Krisis Antibiotik
Di sisi lain, penemuan ini memberi harapan baru. Para ilmuwan melihat potensi besar dari enzim dan senyawa antimikroba yang dihasilkan bakteri ini untuk menciptakan obat generasi baru. Seiring meningkatnya kasus resistensi antibiotik di seluruh dunia, mempelajari mikroba purba seperti ini menjadi kunci penting dalam memahami evolusi penyakit—sekaligus menemukan solusi inovatif untuk masa depan. (*Nin)





