Kepala BGN Sebut Motor Listrik Akan Didistribusikan ke SPPG di Daerah yang Sulit

idxchannel.com
21 jam lalu
Cover Berita

Dadan juga meluruskan kembali bahwa pengadaan motor listrik ini sudah masuk dalam perencanaan di anggaran tahun 2025.

Kepala BGN Sebut Motor Listrik Akan Didistribusikan ke SPPG di Daerah yang Sulit

IDXChannel  - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa pengadaan motor listrik untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan fokus didistribusikan ke SPPG yang berada di daerah yang sulit.

"Iya akan kita distribusikan nanti untuk operasional seluruh orang yang ada di SPPG terutama untuk di daerah daerah yang sulit," kata Dadan, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga:
Dadan Hindayana Sebut Motor Berlogo BGN yang Viral di Medsos Belum Dibagikan ke SPPG

Hal ini disampaikan Dadan menanggapi kritikan masyarakat ihwal urgensi daripada pengadaan motor listrik ini. Dia menyampaikan bahwa program MBG, tidak hanya disalurkan ke daerah-daerah yang mudah diakses saja, tapi juga daerah yang memiliki medan yang sangat berat.

"Ya program ini kan menjangkau daerah daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional," katanya.

Baca Juga:
Kepala BGN Ungkap Pengadaan Motor Listrik Masuk Anggaran 2025, untuk Mobilitas Kepala SPPG

Dia juga meluruskan kembali bahwa pengadaan motor listrik ini sudah masuk dalam perencanaan di anggaran tahun 2025 lalu. Di mana, saat itu target realisasi pengadaan motor listrik ini sebanyak 24.400 unit.

Baca Juga:
Kepala BGN Sebut Motor Listrik untuk SPPG Seharga Rp42 Juta, di Bawah Pasaran

"Dan realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025," katanya.

Sementara itu Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk pengadaan motor listrik bagi BGN pada tahun anggaran 2026. 

Purbaya mengungkapkan jika terdapat unit motor yang baru tiba saat ini, hal tersebut merupakan hasil pengadaan dari tahun anggaran sebelumnya yang sudah terlanjur dibayarkan.

"Anggaran tahun lalu mestinya, tahun ini nggak ada. Ya, tahun 2025, tahun ini kita pastiin nggak ada itu, mungkin keburu lewat tuh, abis itu kita berhentiin," kata Purbaya.

Purbaya menjelaskan dirinya telah melakukan pengecekan kembali dan memastikan pos anggaran untuk kendaraan operasional tersebut telah dipangkas. Namun, dia tidak merinci apakah Presiden Prabowo Subianto mengetahui detail pemotongan anggaran tersebut secara spesifik.

"Kita pantau belakangan jadi dipotong, abis itu dipotong kalau nggak salah. Saya harus nanya Dirjen Anggaran lagi. Saya nggak tahu, yang jelas dipotong," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wall Street Ditutup Menguat Seiring Berlangsungnya Negosiasi Perang AS-Iran
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Revitalisasi Pasar Sentral, Appi Targetkan Jadi Sentra UMKM dan Magnet Pariwisata
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Netanyahu Sebut Tak Ada Gencatan Senjata di Lebanon
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ratusan Ribu Nakes Dapat Prioritas Vaksin Campak
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jakarta Kota Teraman Kedua di ASEAN Versi Global Residence Index, Begini Penilaian dan Indikatornya
• 19 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.