Penggunaana aksesori bumper besi atau bull bar pada mobil penumpang masih cukup sering ditemui di jalan. Padahal, komponen tambahan ini dinilai berpotensi mengganggu sistem keselamatan utama kendaraan modern.
Pengamat otomotif sekaligus Pakar Desain Produk Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan bahwa bumper besi yang kaku bisa memengaruhi kinerja sensor airbag di bagian depan mobil.
“Bumper besi yang kaku dapat mengganggu cara kerja sensor airbag pada area bumper depan, sehingga berisiko membuat airbag terlambat atau bahkan gagal mengembang saat terjadi benturan,” buka Yannes kepada kumparan, Sabtu (28/3/2026).
Ia menjelaskan, mobil modern telah dirancang dengan sistem keselamatan yang terintegrasi, termasuk penempatan sensor yang presisi. Penambahan komponen non-standar seperti bumper besi bisa mengubah respons sistem tersebut saat terjadi kecelakaan.
“Padahal sistem ini sudah dirancang pabrikan dengan perhitungan yang sangat detail untuk merespons benturan secara optimal,” kata dia.
Karena itu, penggunaan bumper besi pada mobil harian dinilai tidak sejalan dengan konsep keselamatan kendaraan masa kini. Alih-alih menambah perlindungan, komponen tersebut justru berpotensi mengurangi efektivitas fitur keselamatan pasif.
“Anggapan bahwa bumper besi membuat mobil lebih aman itu keliru,” tegasnya.




