Transportasi Pendukung Industri Cold Chain Prospektif

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan mendukung pengembangan moda transportasi berpendingin yang menjadi bagian dari ekosistem rantai pasok yang membutuhkan layanan pendingin atau cold chain.
 
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan Risal Wasal mengatakan bahwa potensi mobilitas dan industri cold chain di Indonesia cukup besar sejalan dengan luasnya wilayah Indonesia.
 
Menurutnya, pemerintah berupaya untuk meningkatkan keseimbangan antarkawasan dengan melakukan berbagai kegiatan pembangunan. Langkah tersebut memunculkan hadirnya titik ekonomi baru di berbagai wilayah.
 
“Tentunya ini menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri. Bagaimana industri transportasi yang berpendingin ini pada akhirnya memenuhi standar angkutan yang ditetapkan. Tidak melanggar dari aspek dimensi dan sesuai dengan daya dukung jalan,” ujarnya dalam agenda Bisnis Indonesia Forum yang berlangsung di booth Fuso dalam ajang GIICOMVEC di kawasan Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta pada Kamis (9/4/2026).
 
Bisnis Indonesia Forum tersebut bekerja sama dengan Fuso dengan mengambil tema “Peluang dan Tantangan Industri Cold Chain di Indonesia”.
 
Risal menjelaskan potensi cold chain di Indonesia tecermin dari hadirnya titik ekonomi seperti 46 transit oriented development (TOD), 25 kawasan ekonomi khusus (KEK), 204 kawasan industri (KI), dan 59 Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN), dan titik ekonomi lainnya.
 
Dia menjelaskan berbagai titik ekonomi baru di berbagai wilayah tentu membutuhkan dukungan semua pemangku kepentingan di sektor logistik nasional, termasuk sektor transportasi dan pengangkutan.
 
“Kami mendukung penuh semua layanan. Namun, tetap harus memperhatikan persyaratan laik jalan untuk kendaraan berpendingin,” katanya.
 
Dalam paparannya, Risal menjelaskan koridor ekonomi Indonesia yang bersumber dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas).
 
Koridor Sumatra, misalnya merupakan sentra produksi dan pengolahan hasil bumi dan lumbung energi nasional. Lalu, koridor Kalimantan merupakan pusat produksi dan pengolahan hasil tambang dan lumbung energi nasional, selanjutnya koridor Jawa sebagai pendorong industri dan jasa nasional, koridor Bali Nusa Tenggara sebagai pintu gerbang pariwisata nasional dan pendukung pangan nasional, koridor Sulawesi pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan nasional, dan koridor Papua sebagai pengolahan sumber daya alam yang melimpah dan SDM yang sejahtera.

Baca Juga

  • Pabrik Kendaraan Listrik VKTR Mampu Produksi 3.000 Unit per Tahun
  • OJK Siapkan Penyesuaian Premi Asuransi Imbas El Nino Ekstrem
  • Kemenkeu Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,5%, saat Bank Dunia Pangkas Proyeksi

Dari sisi daya dukung infrastruktur nasional, saat ini Indonesia memiliki 256 bandara dengan karakteristik bandara pengumpul primer, pengumpul sekunder, pengumpul tersier, dan pengumpan.
 
Selain itu, terdapat 1.007 pelabuhan dengan karakter pelabuhan utama, pengumpul, pengumpan regional, pengumpan danau, dan pelabuhan sungai dan danau. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil BAC 2026: Fajar/Fikri Lolos ke Perempat Final usai Tumbangkan Ganda China
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Hari Ini Berpotensi Koreksi, Simak Analisa BUMI, ESSA, RAJA, hingga MDKA
• 6 menit laluidxchannel.com
thumb
Perkuat Literasi Syariah, Bank Sulselbar Raih Dua Penghargaan OJK
• 18 jam laluterkini.id
thumb
Robert Downey Jr. Spill Spider-Man dan Doctor Strange Muncul di Avengers: Doomsday
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
The Sounds Project 2026, Hadir Boyong Line Up Bergengsi, Cuss Ciptakan Core Memories!
• 22 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.