The Sounds Project Vol. 9 kembali digelar pada 7–9 Agustus 2026 di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta, Beauty. Tahun ini, festival menghadirkan konsep “Beyond Memories” yang menekankan pengalaman emosional bagi penonton, sekaligus menegaskan pergeseran festival musik sebagai bagian dari gaya hidup generasi sekarang.
Tak hanya merilis Phase 2 Lineup, The Sounds Project juga membawa pendekatan berbeda, yakni menciptakan core memories—momen yang tidak sekadar dinikmati, tetapi juga membekas dalam perjalanan hidup penonton.
Konsep ini menjadi respons atas perubahan cara audiens menikmati festival, dari sekadar hiburan menjadi pengalaman yang lebih personal dan berkesan.
Berawal dari acara kampus sederhana pada 2015 dengan satu panggung, The Sounds Project berkembang secara organik dari komunitas. Kini, festival tersebut menjelma menjadi salah satu ajang musik terbesar di Indonesia dengan ratusan musisi dan ratusan ribu penonton setiap tahun. Lokasinya di Ancol pun menjadikannya sebagai titik temu tahunan bagi penikmat musik lintas generasi.
Founder & CEO The Sounds Project Festival, Gerhana Banyubiru, menegaskan bahwa perjalanan panjang festival ini tidak lepas dari konsistensi.
“Menjaga konsistensi itu jauh lebih sulit daripada memulai. Dari awal kami masih kuliah, dengan segala keterbatasan, The Sounds Project hanya sebuah acara kecil dengan satu panggung. Tapi kami percaya, selama dijalankan dengan niat yang sama, festival ini bisa terus tumbuh bersama penontonnya,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa perjalanan festival selama lebih dari satu dekade telah menjadi bagian dari core memories bagi dirinya.
“Dan buat saya pribadi, perjalanan bisa terus mengarahkan The Sounds Project sampai di titik sekarang selama sebelas tahun ini juga sudah menjadi sebuah core memories—sesuatu yang akan selalu saya ingat. Dan itu yang ingin kami berikan tahun ini, bukan sekadar kenangan, tapi pengalaman yang benar-benar membekas bagi setiap penonton yang datang.”
Dari sisi lineup, festival ini menghadirkan perpaduan musisi global dan lokal dalam satu panggung. Nama internasional seperti Neck Deep hadir dengan penampilan eksklusif di Asia Tenggara. Sementara itu, Nusantara Beat yang berbasis di Belanda membawa warna musik Indonesia ke panggung global dan tampil khusus di festival ini.
Band rock JET turut meramaikan dengan nuansa nostalgia era 2000-an. Di sisi lain, deretan musisi lokal seperti Mahalini, Rizky Febian, Barasuara, hingga Pamungkas memperkuat daya tarik festival sebagai ruang eksplorasi musik lintas genre.
Hingga Phase 2, sekitar 60 dari total 120 lineup telah diumumkan. Sementara itu, tingginya antusiasme terlihat dari tiket Early Bird yang telah habis terjual. Saat ini, Presale 1 Pass tersedia dalam jumlah terbatas dengan harga mulai dari Rp185.000 hingga Rp450.000.
Dengan konsep yang mengedepankan pengalaman personal, festival ini tidak lagi sekadar menjadi tempat menonton musik, melainkan bagian dari cara generasi sekarang membangun momen dan identitas melalui pengalaman bersama.





