Militer AS Kembali Serang Pulau Kharg, Wapres AS JD Vance: Tidak Menandakan Perubahan Strategi

erabaru.net
13 jam lalu
Cover Berita

EtIndoensia. Menjelang batas waktu ultimatum Presiden Donald Trump kepada Iran, militer Amerika kembali melancarkan serangan tambahan terhadap target militer di Pulau Kharg.

Tiga minggu setelah serangan sebelumnya, Amerika Serikat kembali melakukan gelombang serangan udara intens terhadap puluhan target militer di Pulau Kharg—pelabuhan ekspor minyak utama Iran. Beberapa target bahkan berada di lokasi yang sama dengan serangan sebelumnya. Laporan menyebutkan bahwa infrastruktur minyak tidak terdampak.

Wakil Presiden AS J.D. Vance sebelumnya menyatakan di Budapest bahwa serangan ini tidak menandakan adanya perubahan strategi Amerika Serikat.

“Presiden telah dengan sangat jelas menyatakan bahwa sebelum Iran mengajukan proposal yang dapat kami terima—atau jika tidak mengajukan proposal—kami tidak akan menargetkan energi dan infrastruktur. Saya rasa kabar mengenai Pulau Khark tidak menunjukkan perubahan strategi, juga tidak mencerminkan perubahan sikap presiden,” katanya. 

“Karena itulah kami sangat aktif dalam melakukan negosiasi. Namun pada dasarnya, kendali ada di tangan Iran,” tambahnya. 

Trump pada Selasa (7 April) memperingatkan bahwa jika Iran tidak menyetujui kesepakatan sebelum pukul 20.00 waktu Pantai Timur AS, maka “seluruh peradaban Iran bisa lenyap malam ini.”

Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps mengancam bahwa jika Trump benar-benar melaksanakan ancamannya, Iran akan “mencabut pasokan minyak dan gas bagi Amerika Serikat serta sekutunya di kawasan selama beberapa tahun ke depan.”

Selain itu, laporan dari Reuters mengungkap bahwa penilaian intelijen Ukraina menunjukkan Rusia diam-diam mendukung Iran. 

Selain kerja sama peretas di bidang siber, satelit Rusia disebut telah melakukan puluhan pemetaan rinci terhadap fasilitas militer dan lokasi penting di Timur Tengah, guna membantu Iran menargetkan bandara dan ladang minyak milik Amerika Serikat dan negara lainnya.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa satelit Rusia активно melakukan pengintaian di wilayah Selat Hormuz.

Laporan oleh reporter NTD, Guo Yuexi, dari AS


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respon Na Daehoon Usai Beredar Rumor Safrie Ramadhan Akan Bertemu Ketiga Anaknya
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
Penyuap Bupati Ponorogo Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Apresiasi Putusan Majelis Hakim
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Bareskrim Polri Periksa Eks Direktur PT DSI, Cecar 50 Pertanyaan
• 9 jam laluokezone.com
thumb
The Sounds Project 2026, Hadir Boyong Line Up Bergengsi, Cuss Ciptakan Core Memories!
• 18 jam laluherstory.co.id
thumb
Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.