VIVA – Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan penghentian serangan Israel ke Lebanon bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Vance bahkan menyebut isu tersebut sebagai "kesalahpahaman".
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa penghentian konflik di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan karena keterlibatan kelompok Hizbullah. Trump menilai situasi di negara itu merupakan bagian dari "bentrokan terpisah."
"Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang wajar. Saya pikir pihak Iran mengira bahwa gencatan senjata mencakup Lebanon, padahal tidak. Kami tidak pernah membuat janji itu," kata Vance kepada wartawan sebelum bertolak ke Hungaria.
"Kami tidak pernah mengindikasikan bahwa itu akan terjadi. Yang kami katakan adalah bahwa gencatan senjata akan difokuskan pada Iran dan pada sekutu Amerika, yaitu Israel dan negara-negara Arab Teluk," sambungnya.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan gencatan senjata di Lebanon tetap menjadi salah satu syarat utama dari 10 poin proposal gencatan senjata Iran yang bertujuan untuk menghentikan agresi Israel yang menargetkan kawasan tersebut.
Kepala eksekutif itu menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, pada hari Rabu, 8 April 2026, seperti dilansir Press TV.
Percakapan tersebut terjadi setelah rezim Israel membunuh ratusan orang di Lebanon yang jelas-jelas melanggar proposal tersebut, meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan proposal tersebut sebagai proposal yang "dapat diupayakan" untuk negosiasi.
Selama percakapan tersebut, Pezeshkian menekankan perlunya penghentian agresi terhadap Lebanon, mengidentifikasi keharusan tersebut sebagai "salah satu syarat utama dari proposal Iran."
Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan dimulainya rangkaian serangan terbesar terhadap target Hizbullah di Lebanon sejak awal eskalasi saat ini.
Sementara itu, Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Republik Islam Iran dapat menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon.
Senada, Kantor berita Fars juga melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz setelah serangan tersebut.





