AS Sebut Iran Salah Paham, Kesepakatan Gencatan Senjata Tidak Mencakup Lebanon

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan penghentian serangan Israel ke Lebanon bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Vance bahkan menyebut isu tersebut sebagai "kesalahpahaman".

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa penghentian konflik di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan karena keterlibatan kelompok Hizbullah. Trump menilai situasi di negara itu merupakan bagian dari "bentrokan terpisah."

Baca Juga :
Iran Rilis Grafik 'Zona Bahaya' di Selat Hormuz, Ada Apa Sebenarnya?
Harga Emas Dunia Melesat Usai Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata

"Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang wajar. Saya pikir pihak Iran mengira bahwa gencatan senjata mencakup Lebanon, padahal tidak. Kami tidak pernah membuat janji itu," kata Vance kepada wartawan sebelum bertolak ke Hungaria.

"Kami tidak pernah mengindikasikan bahwa itu akan terjadi. Yang kami katakan adalah bahwa gencatan senjata akan difokuskan pada Iran dan pada sekutu Amerika, yaitu Israel dan negara-negara Arab Teluk," sambungnya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan gencatan senjata di Lebanon tetap menjadi salah satu syarat utama dari 10 poin proposal gencatan senjata Iran yang bertujuan untuk menghentikan agresi Israel yang menargetkan kawasan tersebut. 

Kepala eksekutif itu menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, pada hari Rabu, 8 April 2026, seperti dilansir Press TV.

Percakapan tersebut terjadi setelah rezim Israel membunuh ratusan orang di Lebanon yang jelas-jelas melanggar proposal tersebut, meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan proposal tersebut sebagai proposal yang "dapat diupayakan" untuk negosiasi.   

Selama percakapan tersebut, Pezeshkian menekankan perlunya penghentian agresi terhadap Lebanon, mengidentifikasi keharusan tersebut sebagai "salah satu syarat utama dari proposal Iran."

Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan dimulainya rangkaian serangan terbesar terhadap target Hizbullah di Lebanon sejak awal eskalasi saat ini.

Sementara itu, Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Republik Islam Iran dapat menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon.

Senada, Kantor berita Fars juga melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz setelah serangan tersebut.

Baca Juga :
Netanyahu: Iran Jeda Perang dalam Kondisi Babak Belur, Israel Semakin Kuat
Biaya Energi Naik, Negara Tetangga RI Ini Guyur Bantuan Tunai hingga Berikan Diskon Pajak 50 Persen
Trump Ultimatum Iran: Patuhi Gencatan Senjata atau Hadapi Serangan Lebih Besar!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Telusuri Aset Eks Sekjen Kemnaker, KPK Periksa Tujuh Saksi
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini, Jaksel dan Jaktim Lebih Deras
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Komisi IX DPR Panggil Kepala BGN soal Pengadaan Motor Listrik
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Boni Hargens Apresiasi Langkah Tegas Polri Tindak Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Gandeng 10 Pemda, BPSDMP Perkuat SDM Transportasi Lewat Pembibitan Taruna Kemenhub
• 40 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.