Komisi IX DPR Panggil Kepala BGN soal Pengadaan Motor Listrik

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengungkapkan komisinya akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk menghadiri rapat membahas pengadaan motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kami sudah mengagendakan untuk memanggil BGN hadir di DPR minggu depan untuk kami tanyakan berbagai isu tentang MBG, termasuk terkait dengan pengadaan 20.000 motor Listrik yang diadakan oleh BGN,” kata Charles saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Kepala BGN: Motor Listrik Kepala SPPG Dibuat di Citeureup

Rapat dengan Kepala BGN diagendakan berlangsung Senin (13/4/2026) pekan depan.

Charles mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menerima konsultasi terkait pengadaan puluhan ribu motor listrik oleh BGN.

“Enggak ada (konsultasi ke Komisi IX DPR RI), karena kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak,” ujar Charles.

Menurut Charles, kebijakan tersebut tidak sejalan dengan fokus utama program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni memperbaiki kondisi gizi anak Indonesia.

Selain itu, dia juga menilai pengadaan motor listrik tersebut tidak tepat dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Adanya pengadaan ini di tengah efisiensi yang sedang dilakukan oleh pemerintah ini sangat tidak tepat, sehingga kami meminta BGN untuk membatalkan pengadaan itu,” tegasnya.

Baca juga: BGN Sebut Motor Listrik MBG Direalisasikan Tahun Ini Lewat Skema RPATA

Politikus PDI-P itu turut menyoroti harga motor listrik yang dinilai tidak wajar, yakni mencapai Rp 45 juta hingga Rp 50 juta per unit. Harga tersebut diklaim jauh lebih mahal dibandingkan kendaraan serupa hasil produksi dalam negeri.

“Bahkan Rp 20 juta sekian sudah dapat satu unit motor. Jadi kalau bisa saya katakan secara jujur, pengadaan 20.000-an motor ini sangat tidak proper, sehingga kami mau menanyakan nanti tujuannya apa, dasarnya pengadaan itu seperti apa,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pengadaan sepeda motor listrik untuk program MBG menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa kendaraan tersebut dibutuhkan untuk menunjang distribusi ke wilayah sulit dijangkau.

“Ya program ini kan menjangkau daerah-daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional,” ujar Dadan di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Dia menambahkan, motor listrik tersebut tidak hanya digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi juga pegawai lainnya. Namun, Dia memastikan pengadaan tidak dilanjutkan pada 2026 ini.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Untuk sementara kita cukupkan dulu sekian, karena ini kan anggaran 2025 ya, 2026 tidak ada perencanaan lagi untuk pembelian," jelas Dadan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank Dunia Nilai Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Energi Global
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Bahan Hijab yang Adem untuk Cuaca Panas
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Otoritas Forensik Iran: Lebih dari 3.000 Orang Tewas dalam Serangan AS-Israel Sejak 28 Februari
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
AS Sebut Iran Salah Paham, Kesepakatan Gencatan Senjata Tidak Mencakup Lebanon
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Viral Penipuan Rekrutmen KAI di TikTok, Jangan Sampai Kamu Jadi Korban!
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.