Polri-Kemenhaj Dirikan Satgas Haji 2026, Fokus Cegah Penipuan dan Lindungi Jemaah

tvrinews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nirmala Hanifah

TVRINews, Jakarta 

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji 2026. Hal ini dilakukan, untuk memperkuat perlindungan bagi calon jemaah, khususnya dari ancaman penipuan dan praktik keberangkatan ilegal.

Pada pembentukan satgas tersebut, disepakati langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Wakapolri, Komjen Pol. Dedi Prasetyo, pada Kamis, 9 April 2026.

Selain itu, satgas tersebut dibentuk guna menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang  menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.

Pada kesempatan tersebut, Komjen Dedi menjelaskan bahwa Satgas Haji akan bekerja secara terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah. 

Tak hanya itu, ia menjelaskan nantinya pendekatan yang dilakukan mencakup tiga aspek utama, yakni edukasi kepada masyarakat, pengawasan di titik-titik keberangkatan, serta penindakan hukum terhadap pelanggaran.

“Satgas ini kami bentuk untuk memastikan masyarakat terlindungi dan tidak menjadi korban penipuan dengan berbagai modus,” ujarnya.

Selain itu, ia juga memastikan jika pihaknya akan mengintensifkan sosialisasi agar masyarakat tidak mudah tergiur penawaran haji ilegal. 

“Nantinya, pengawasan di bandara dan pelabuhan juga akan diperketat guna mencegah keberangkatan menggunakan dokumen yang tidak sesuai,” tegasnya 

Untuk mempercepat penanganan laporan, pemerintah turut menyiapkan saluran pengaduan terpadu yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila menemukan indikasi pelanggaran.

“Berdasarkan data kepolisian, praktik penipuan terkait haji masih menjadi ancaman serius. Saat ini terdapat puluhan kasus yang tengah diproses, dengan nilai kerugian mencapai puluhan miliar rupiah,” jelasnya 

Lebih lanjut, ia menuturkan pada tahun sebelumnya, lebih dari seribu calon jemaah berhasil dicegah berangkat karena menggunakan visa non-resmi. Upaya pengawasan tidak hanya dilakukan di dalam negeri. 

Polri juga memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan di Arab Saudi, termasuk penempatan personel di sejumlah titik untuk memastikan perlindungan jemaah selama menjalankan ibadah.

Di sisi lain, Kemenhaj menegaskan bahwa pembentukan Satgas Haji tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada upaya menjaga agar biaya haji tetap terjangkau. 

Pemerintah berkomitmen agar kenaikan biaya global tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat.

“Negara hadir untuk melindungi jemaah, baik dari sisi keamanan maupun pembiayaan,” tegasnya.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada, memastikan biro perjalanan yang digunakan memiliki izin resmi, serta tidak tergiur tawaran yang menjanjikan keberangkatan cepat di luar prosedur.

“Modus akan terus berkembang. Karena itu kewaspadaan masyarakat menjadi kunci. Polri akan bertindak tegas demi melindungi masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mensos Cek Pembangunan Sekolah Rakyat di Semarang, Siap Tampung 1.000 Siswa
• 1 jam laludetik.com
thumb
Liga Champions: Griezmann Minta Atletico Berbenah meski Bungkam Barcelona
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
AMMAN Raih PROPER Hijau 2026 untuk Kinerja Lingkungan
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Baru Umumkan Gencatan Senjata, Iran Langsung Tembakkan Rudal—Perdamaian Hanya Ilusi?
• 21 jam laluerabaru.net
thumb
Bakti Pramuka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
• 1 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.