Serangan Israel ke Lebanon Makin Brutal, Inggris Tak Tinggal Diam!

disway.id
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Inggris paling gencar berharap Lebanon ikut masuk daftar perjanjian gencatan senjata dari Israel. 

Pasalnya, Israel menggempur Lebanon dengan brutal.

Gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai menunjukkan keretakan karena ketiga pihak tidak sepakat mengenai apakah Lebanon termasuk dalam perjanjian tersebut.

BACA JUGA:Lebanon Darurat! Serangan Brutal Israel Langgar Janji Gencatan Senjata, Iran Sebut Pembantaian

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, tiba di Uni Emirat Arab (UEA), berharap mempertahankan gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta membuka kembali Selat Hormuz untuk perdagangan maritim dilansir dari Deutsche Welle.

Setelah bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Jeddah pada Rabu, Starmer dijadwalkan bertemu Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk pembicaraan lanjutan. 

Ia menyambut baik gencatan senjata dua minggu tersebut, tetapi mengingatkan bahwa situasinya masih “tahap awal.”

BACA JUGA:MHM Kecam Keras Penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh Menteri Keamanan Nasional Israel

Sementara itu di London, menteri dalam negeri (foreign secretary) Inggris menyerukan agar Lebanon dimasukkan dalam gencatan senjata.

“Kami ingin melihat gencatan senjata diperluas ke Lebanon,” kata Yvette Cooper kepada Sky News di Inggris. 

“Saya sangat khawatir dengan meningkatnya serangan yang kita lihat dari Israel di Lebanon kemarin,” ucapnya. 

BACA JUGA:Pedagang Kaki Lima Resah! Harga Plastik Terus Naik Imbas Konflik Israel-AS dan Iran

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa perjanjian dengan Iran tidak mencakup operasi Israel terhadap Hezbollah di Lebanon, namun ada kesalahpahaman yang wajar dari pihak Iran yang mengira sebaliknya. 

Kebingungan ini tampaknya membuat Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu sebagai balasan atas serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon.

“Kita telah melihat konsekuensi kemanusiaan, penduduk di Lebanon mengungsi,” kata Cooper. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TAUD Ungkap Hasil Investigasi Independen Terkait Kasus Andrie Yunus
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Divonis 8 Tahun, Doni Salmanan Bebas Lebih Cepat Lewat Program PB
• 5 jam lalueranasional.com
thumb
Viral Penumpang Tahan Pintu Whoosh Bikin Perjalanan Kereta Terlambat
• 6 jam laludetik.com
thumb
Kemenhaj Sultra Selesaikan Dokumen 2.049 Calon Haji 2026
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Batal Usai Israel Serangan Lebanon, Selat Hormuz Kembali Tutup
• 8 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.