JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap adanya 16 orang tidak dikenal (OTK) yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Identifikasi tersebut merupakan hasil investigasi independen yang dilakukan bersama peneliti independen Ravio Patra.
Sebanyak 16 orang teridentifikasi setelah TAUD melakukan investigasi independen bersama peneliti independen Ravio Patra.
Baca juga: TAUD Duga Kasus Andrie Yunus Libatkan Sipil, Sudah Laporkan ke Bareskrim Polri
Seluruh terduga pelaku yang terlibat merupakan laki-laki dan data analisisnya telah diserahkan saat TAUD melaporkan kasus Andrie Yunus ke Bareskrim Mabes Polri, Rabu (8/4/2026).
"Dari sini saja, 16 aktor lapangan sudah dapat diidentifikasi ," ujar Ravio dalam konferensi pers di Resonansi, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
"Jadi ada 16 orang tidak dikenal (OTK). Kami bagi menjadi empat kelompok," tuturnya.
Kelompok pertama adalah kelompok eksekusi yang terdiri dari OTK 1, OTK 2, OTK 3, OTK 4, dan OTK 5.
Kedua adalah kelompok pengintai jarak dekat, terdiri dari OTK 6, OTK 7, OTK 8, OTK 9, dan OTK 10. Ketiga, yakni tim komando.
"Tim komando kami curigai adalah orang-orang yang bertugas mengoordinasikan di lapangan," tutur Ravio.
"Terdiri dari OTK 11, OTK 12 dan OTK 13," lanjutnya.
Keempat adalah kelompok pengintai jarak jauh, terdiri dari OTK 14, OTK 15, dan OTK 16.
Baca juga: Kecurigaan Novel Baswedan atas Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke Peradilan Militer
Duduk perkara penyiraman air keras
Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam.
Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan, peristiwa bermula setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Menteng.
"Acara tapping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB," ujar Dimas.