Gibran Bicara soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Sebut Proses Hukum Harus Berjalan Jujur

kompas.tv
14 jam lalu
Cover Berita
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat memberikan keterangan pers di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (1/8/2025). (Sumber: ANTARA/HO-Sekretariat Wakil Presiden)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menanggapi kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Dia meminta agar proses hukum kasus Andrie Yunus berjalan secara jujur dan terbuka. 

"Keadilan harus hadir secara nyata di tengah masyarakat dan proses hukum harus berjalan jujur, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Gibran, Kamis (9/4/2026).

Dia menyatakan pemerintah berkomitmen mendukung penguatan sistem peradilan supaya semakin adil dan dipercaya.

Dia pun menilai pelibatan hakim ad hoc dalam persidangan kasus penyiraman air keras tersebut diperlukan dalam rangka menjaga kepercayaan publik

Baca Juga: RSCM Update Kondisi Andrie Yunus: Luka Bakar Alami Perbaikan Signifikan

"Oleh sebab itu, pelibatan langsung kalangan profesional dengan rekam jejak dan integritas yang kuat sebagai hakim ad hoc di pengadilan penyiraman air keras terhadap Saudara Andrie Yunus menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan marwah hukum," tuturnya, dilansir Antara.

Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Dalam rekaman CCTV yang ditayangkan KompasTV, tampak dua terduga pelaku yang tengah berboncengan motor dan melintas di lokasi kejadian.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV/Antara

Tag
  • wapres gibran
  • gibran rakabuming raka
  • kasus penyiraman air keras
  • aktivis kontras
  • andrie yunus
  • aktivis disiram air keras
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Musim Kemarau di Kotim Diprediksi Berlangsung 120 Hari
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemprov Sumut Perkuat Ekonomi Perempuan Terdampak Bencana melalui Pelatihan Kewirausahaan
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pemerintah Dorong Warga hingga Pejabat Beralih ke Transportasi Publik
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
16 Rumah di Kabupaten Kudus Terdampak Angin Kencang, Genting Berhamburan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Mudah Terpancing Emosi, Senggolan Innova-Livina di Jakut Dinilai akibat Kontrol Diri Lemah
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.