FAJAR, JAKARTA – Pernyataan Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, terkait adanya upaya kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto menuai respons dari PDI Perjuangan.
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menilai bahwa kudeta terhadap kepala negara umumnya hanya dapat dilakukan oleh kelompok bersenjata.
“Kalau kudeta, tentu dilakukan oleh orang atau kelompok bersenjata yang ingin mengambil alih kekuasaan,” ujarnya melalui pesan singkat, Kamis (9/4).
Dalam konteks Indonesia, lanjut Andreas, hanya Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang memiliki kewenangan memegang senjata api secara resmi.
Pernyataan Hashim tersebut, kata dia, memunculkan sejumlah pertanyaan, termasuk terkait wibawa Presiden Prabowo di mata TNI.
“Apakah Pak Prabowo sudah tidak cukup berwibawa di hadapan TNI dan mampu mengontrol TNI?” ujarnya.
Selain itu, Andreas juga mempertanyakan siapa pihak yang dimaksud memiliki ambisi menggulingkan kekuasaan secara inkonstitusional.
“Apakah kelompok bersenjata ini sangat berambisi mengambil alih kekuasaan? Mungkin Pak Hashim yang lebih mengetahui, karena beliau berada dalam lingkaran utama kekuasaan,” tambah legislator dari Dapil I Nusa Tenggara Timur tersebut.
Sebelumnya, Hashim menyampaikan bahwa di tengah pelaksanaan berbagai program pemerintah, terdapat upaya dari pihak tertentu untuk mengguncang stabilitas nasional.
Ia bahkan menyebut adanya indikasi upaya menggulingkan Presiden Prabowo, meskipun masa jabatannya belum genap satu setengah tahun.
“Saya hitung satu tahun lima bulan sudah ada yang ingin menggulingkan beliau, sudah ada yang mau kudeta secara inkonstitusional,” kata Hashim saat memberikan sambutan dalam Paskah Nasional 2026 di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (8/4). (jpnn/*)





