JAKARTA, KOMPAS.com – Pemadaman listrik terjadi di sejumlah wilayah Jakarta pada Kamis (9/4/2026) petang.
Keluhan warga terkait pemadaman listrik bermunculan di media sosial, seperti X dan Threads.
Sejumlah pengguna melaporkan listrik padam terjadi di berbagai wilayah, antara lain Jelambar, Kebon Jeruk, Jembatan Lima, Pluit, hingga Penjaringan, termasuk di Stasiun Duri.
Sebagian warga mempertanyakan penyebab pemadaman yang terjadi mendadak, terutama karena aktivitas rumah tangga dan pekerjaan terganggu.
Menanggapi hal tersebut, PLN menyampaikan penjelasan resmi terkait gangguan yang terjadi.
PLN menyatakan gangguan berasal dari beberapa gardu induk dan saat ini tengah dilakukan penormalan secara bertahap.
Baca juga: Penumpang Terjebak di Lift MRT Lebak Bulus, Diduga akibat Gangguan Listrik
“Terjadi gangguan suplai listrik di beberapa wilayah Jakarta yang bersumber dari beberapa Gardu Induk (GI),” ujar Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, dalam keterangannya.
PLN juga mengungkapkan bahwa masih terdapat wilayah yang terdampak hingga Kamis petang.
“Saat ini wilayah yang masih terdampak padam adalah daerah Angke dan sekitarnya,” ujarnya.
Terkait penanganan, PLN menyatakan tengah melakukan upaya pemulihan secara bertahap.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk memantau update kondisi layanan kelistrikan dapat disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile dan Contact Center PLN 123.
Baca juga: Listrik Padam di Sejumlah Wilayah Jakarta, Stasiun Gelap dan Jalanan Semrawut
Pemadaman Juga Terjadi di MRT Lebak BulusPT MRT Jakarta membenarkan adanya gangguan tersebut. Kepala Divisi Corporate Secretary, Rendy Primartantyo, mengatakan gangguan operasional disebabkan oleh kendala pasokan listrik dari PLN.
“Gangguan operasional ini disebabkan oleh kendala pasokan listrik dari sisi PLN yang mengakibatkan sebagian fasilitas stasiun, seperti penerangan, elevator, eskalator, dan beberapa fasilitas lainnya mengalami gangguan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh stasiun layang sempat mengalami pemadaman listrik, namun kini telah kembali normal setelah dilakukan penanganan.
“MRT Jakarta telah melakukan langkah-langkah penanganan dan penormalan secara cepat serta terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan layanan dapat kembali berjalan normal,” ujarnya.
Rendy juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya, keselamatan pelanggan MRT Jakarta tetap menjadi prioritas kami,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




