Ketika Es Krim Jadi Bagian dari Perawatan Pasien Demam

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Selama ini, banyak orang masih percaya bahwa saat demam, seseorang sebaiknya menghindari makanan atau minuman dingin. Nasihat seperti “jangan minum es, nanti tambah parah” sudah sangat umum terdengar di masyarakat. Namun, jika dilihat dari sudut pandang medis yang lebih mutakhir, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Bahkan, dalam kondisi tertentu, makanan dingin seperti es krim justru dapat memberikan manfaat bagi penderita demam.

Secara umum, demam merupakan reaksi alami tubuh ketika melawan infeksi, baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Ketika suhu tubuh meningkat, biasanya muncul gejala lain seperti sakit tenggorokan, menurunnya nafsu makan, dan terkadang dehidrasi ringan. Dalam situasi seperti ini, makanan yang mudah dikonsumsi dan terasa menyegarkan bisa membantu pasien merasa lebih nyaman. Es krim, misalnya, sering kali menjadi pilihan karena teksturnya lembut dan mudah ditelan.

Selain itu, sensasi dingin dari es krim dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan yang meradang. Efek ini mirip dengan penggunaan kompres dingin untuk mengurangi peradangan, hanya saja dilakukan melalui makanan yang dikonsumsi. Karena itu, bagi sebagian orang, es krim bisa memberikan rasa lega sementara, terutama saat tenggorokan terasa nyeri.

Dari sisi nutrisi, es krim juga memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Hal ini bisa menjadi keuntungan bagi pasien demam yang biasanya kehilangan selera makan. Tubuh tetap membutuhkan energi untuk melawan infeksi, sehingga asupan kalori tetap penting untuk dijaga. Dalam kondisi tertentu, tenaga medis bahkan tidak melarang konsumsi makanan dingin, selama pasien masih bisa menerimanya dengan baik dan tidak menimbulkan keluhan tambahan.

Meski begitu, konsumsi es krim tidak bisa disamaratakan untuk semua kondisi demam. Ada situasi tertentu di mana makanan ini justru kurang dianjurkan. Misalnya, pada pasien yang mengalami gangguan pencernaan seperti diare, es krim yang umumnya tinggi gula dan lemak bisa memperburuk keadaan. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa es krim bukanlah pengobatan utama, melainkan hanya sebagai pelengkap untuk membantu kenyamanan pasien.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kandungan gula dalam es krim. Jika dikonsumsi berlebihan, gula dapat berdampak kurang baik terhadap sistem kekebalan tubuh. Karena itu, pemilihan jenis es krim sebaiknya dilakukan dengan bijak. Pilihan seperti es krim rendah gula atau yang berbahan dasar yogurt bisa menjadi alternatif yang lebih sehat.

Selain faktor fisik, aspek psikologis juga berperan dalam proses penyembuhan. Makanan yang disukai, termasuk es krim, dapat membantu memperbaiki suasana hati pasien. Ketika seseorang merasa lebih nyaman dan bahagia, hal tersebut secara tidak langsung dapat mendukung kinerja sistem imun dalam melawan penyakit.

Di sisi lain, penting juga untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam mitos yang kurang tepat. Tidak semua makanan dingin berbahaya bagi penderita demam. Yang terpenting adalah memahami kondisi tubuh, menjaga keseimbangan asupan, serta mengikuti saran dari tenaga kesehatan.

Para ahli juga selalu menekankan pentingnya menjaga kecukupan cairan selama demam. Dalam hal ini, es krim memang mengandung air, tetapi tidak bisa menggantikan kebutuhan utama cairan dari air putih. Oleh karena itu, konsumsi es krim tetap perlu diimbangi dengan minum air yang cukup agar tubuh tidak mengalami kekurangan cairan.

Pada akhirnya, es krim tidak lagi harus dianggap sebagai sesuatu yang wajib dihindari saat demam. Dalam kondisi tertentu, justru dapat memberikan manfaat, seperti membantu meningkatkan asupan energi, memberikan rasa nyaman, dan memperbaiki suasana hati pasien. Namun, penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu dan tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat meninggalkan anggapan lama yang tidak sepenuhnya benar. Pendekatan yang lebih rasional dan berbasis ilmu pengetahuan akan membuat proses perawatan menjadi lebih efektif sekaligus tetap memperhatikan kenyamanan pasien.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perluas Akses Internet Cepat, Komdigi Lelang Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemkab Majalengka Pastikan 730 Calon Haji Berangkat pada Musim Haji 2026 melalui BIJB Kertajati
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Listrik di Magelang
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Bakteri Gua Es Berusia 5.000 Tahun Kebal Antibiotik, Ilmuwan Temukan Potensi Obat Masa Depan
• 14 jam laluharianfajar
thumb
FIFA Umumkan Daftar Resmi Perangkat Pertandingan Piala Dunia 2026
• 2 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.