FAJAR, MAKASSAR — UNICEF bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar menggelar talkshow.
Mengangka tema “Remaja Sehat, Masa Depan Kuat: Edukasi Kesehatan Fisik dan Mental Sejak Dini” di Verda Contemporary Cuisine, Jalan Bontolempangan No. 51, Makassar, Kamis (9/4/2026).
Kepala Unicef Kantor Perwakilan Wilayah Sulawesi – Maluku, Hengki Wijaya mengatakan
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sejak dini.
“Isu yang diangkat mencakup edukasi tentang Human Papillomavirus (HPV) hingga kesehatan mental remaja yang kian menjadi perhatian,” ucapnya.
Puluhan siswa kata Hengky sengaja di datangkan dari berbagai sekolah di Makassar, mereka hadir sebagai peserta.
“Talkshow ini juga menjadi ruang dialog terbuka antara remaja dan para ahli, terutama dalam membahas tantangan yang sering dihadapi generasi muda di era digital,” tuturnya.
Psikolog Bidang Klinis dan Forensik Biro Psikologi Daya Potensia Indonesia, Sitti Annisa M Harussi, menekankan bahwa pemahaman tentang kesehatan mental tidak bisa disederhanakan berdasarkan usia.
“Kalau kita bilang masalah kesehatan mental ini hanya dialami remaja atau hanya dialami orang dewasa, sebenarnya itu kurang tepat,” ujarnya.
Menurutnya, kesehatan mental bersifat dinamis dan dapat berkembang seiring waktu, tergantung bagaimana seseorang mengelola masalah yang dihadapi.
“Masalah kesehatan mental itu tidak statis. Dia akan berkembang. Sekarang mungkin remajanya kelihatan baik-baik saja, tapi kalau tidak diselesaikan, saat masuk usia dewasa bisa berkembang menjadi gangguan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya literasi informasi, terutama di media sosial yang kini menjadi sumber utama pengetahuan bagi remaja.
“Gunakan betul-betul platform media sosial untuk mencari informasi yang sangat akurat, jangan cuma opini,” tegasnya.
Annisa menyoroti maraknya misinformasi terkait kesehatan mental yang beredar di internet, yang kerap menyesatkan pemahaman publik.
“Jangan sampai hal-hal sederhana langsung dilabeli gangguan kejiwaan. Misalnya orang malas mandi langsung dibilang gangguan, padahal belum tentu seperti itu,” katanya.
Selain kesehatan mental, isu HPV juga menjadi salah satu fokus utama dalam talkshow tersebut. Edukasi ini dinilai penting karena masih banyak remaja yang belum memahami risiko dan pencegahannya.
Pihak penyelenggara menilai, pendekatan edukatif seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar remaja memiliki bekal pengetahuan yang cukup dalam menjaga kesehatannya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menggali informasi lebih dalam terkait kesehatan fisik dan mental.
Melalui kegiatan ini, UNICEF dan AJI Makassar berharap generasi muda dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, sehingga mampu membangun masa depan yang lebih kuat dan berkualitas. (wis)





