Pemerintah Indonesia telah resmi menetapkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) untuk tahun 2026 M/1447 H. Total biaya BPIH ditetapkan sebesar Rp87.409.365,45 per jamaah.
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan biaya haji 2026 turun sebesar Rp 2 juta, meskipun harga avtur saat ini sedang naik. Ia menegaskan pemerintah akan selalu melindungi rakyat sampai ke level terbawah.
"Yang sudah kita putuskan adalah, yang boleh saya umumkan sekarang adalah pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kalau kita laksanakan, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp 2 juta," kata Prabowo, dalam taklimat di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
"Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani turunkan harga haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah," imbuhnya.
Dari total biaya yang ditetapkan, bagian yang menjadi tanggung jawab calon jamaah atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) adalah sebesar Rp54.193.806,58. Ini berarti sekitar 62 persen dari total biaya harus dibayar langsung oleh jamaah.
Selisih antara total BPIH dan BIPIH, yaitu Rp33.21 juta, akan ditanggung oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Biaya ini digunakan untuk berbagai kebutuhan jamaah selama menjalankan ibadah haji.
Rincian Biaya Haji 2026 Biaya utama dan rincianBiaya utama haji yang dibebankan kepada calon jamaah adalah BIPIH yang mencapai Rp54.193.806. Rincian biaya ini penting untuk memastikan bahwa setiap komponen dapat dipahami oleh jamaah, agar mereka mengetahui destinasi finansial mereka.
Komponen biaya yang ditanggung jamaahCalon jamaah diharapkan untuk mempersiapkan dana mereka dengan memperhatikan beberapa komponen biaya. Ini termasuk:
-
Transportasi: Tiket penerbangan dan transportasi di dalam Arab Saudi.
-
Akomodasi: Tempat tinggal selama menunaikan ibadah.
-
Konsumsi: Kebutuhan makan dan minum selama di Tanah Suci.
-
Pelayanan kesehatan: Seperti pertolongan medis selama berada di Arab Saudi.
Pengelolaan dana haji oleh BPKH bertujuan untuk meningkatkan nilai manfaat bagi setiap jamaah. Dengan total dana yang dikelola oleh BPKH, jamaah diharapkan mendapatkan perlindungan finansial yang lebih baik selama perjalanan ibadah mereka, serta peningkatan kualitas layanan.
Kuota Haji 2026 untuk Indonesia Jumlah Kuota Jamaah RegulerPada tahun 2026, Indonesia menerima kuota sebanyak 221.000 jamaah, dengan 203.320 alokasi untuk jamaah reguler dan sisanya untuk haji khusus serta petugas haji dan pembimbing. Kuota ini menunjukkan perhatian pemerintah untuk memenuhi kebutuhan jemaah dengan memperhatikan jumlah pendaftar dan daftar antrean.
Pembagian Kuota berdasarkan DaerahProvinsi Jawa Timur, misalnya, mendapatkan alokasi tertinggi dengan 42.409 jamaah reguler. Pembagian ini dilakukan berdasarkan populasi penduduk muslim di masing-masing kawasan, menjaga keseimbangan antara permintaan dan kuota yang tersedia.
Proses Pendaftaran dan VerifikasiProses pendaftaran untuk calon jamaah kemudian dilanjutkan dengan verifikasi untuk memastikan bahwa semua administrasi dan keuangan telah dipenuhi. Penting bagi calon jamaah untuk memeriksa status pendaftaran dan persyaratan kesehatan yang ditetapkan untuk kelayakan berangkat haji.
Persiapan Finansial untuk Haji Pentingnya Perencanaan Dana HajiPerencanaan keuangan yang hati-hati menjadi sangat penting bagi calon jamaah. Dengan biaya haji yang terus meningkat, menyusun rencana untuk memastikan bahwa dana yang dibutuhkan dapat terpenuhi menjadi langkah yang sangat perlu diperhatikan. Calon jemaah disarankan untuk mulai menabung jauh-jauh hari sebelum keberangkatan mereka.
Manfaat Tabungan untuk HajiSalah satu cara terbaik untuk mempersiapkan dana haji adalah melalui tabungan. Beberapa bank di Indonesia menawarkan produk tabungan khusus haji yang dapat membantu calon jamaah menyiapkan biaya dengan aman dan sesuai syariah. Tabungan ini menjamin bahwa dana bisa dikelola dengan baik dan terhindar dari pengeluaran yang tidak perlu.
Syarat Pembukaan Rekening TabunganSyarat untuk membuka rekening tabungan untuk haji umumnya sederhana, termasuk perlunya melampirkan identitas diri dan dokumen pendukung. Dengan setoran awal yang relatif ringan, calon jamaah dari segala usia dapat memulai langkah menuju persiapan haji yang lebih baik. Penyedia layanan keuangan akan memberikan berbagai informasi yang diperlukan untuk memastikan proses pembukaan rekening berjalan lancar dan tidak menimbulkan kesulitan.





