Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Kenaikan harga plastik dan bahan kemasan dalam beberapa waktu terakhir menekan pedagang kecil serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama di sektor makanan dan minuman. Kondisi ini menggerus keuntungan dan mengancam kelangsungan usaha di tengah melemahnya daya beli masyarakat setelah Lebaran.
Anggota Komisi VI DPR RI, Sarifah Suraidah Harum, menilai situasi tersebut membutuhkan respons cepat dari Kementerian Perdagangan. Ia menyoroti dampak tekanan ekonomi global yang turut memicu lonjakan harga bahan baku.
“Pedagang kecil dan pelaku UMKM yang paling berdampak atas kenaikan harga plastik dan bahan kemasan baru-baru ini. Ini harus mendapat perhatian khusus. UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional tidak boleh dibiarkan menanggung beban akibat gejolak harga bahan baku,” papar Legislator Fraksi Partai Golkar ini kepada media di Gedung DPR RI Senayan, Kamis, 9 April 2026.
Sarifah, yang akrab disapa Bunda Harum, melihat pelaku usaha berada dalam posisi sulit. Biaya produksi meningkat tajam, sementara harga jual sulit dinaikkan karena berisiko kehilangan konsumen.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Timur ini menjelaskan, lonjakan harga plastik kemasan dipicu ketergantungan pada bahan baku impor serta gangguan rantai pasok global. Ia mendorong Kementerian Perdagangan segera mengambil langkah strategis, termasuk mempercepat pengadaan bahan baku dari negara produsen utama agar pasokan terjaga dan harga kembali stabil.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan distribusi di dalam negeri untuk mencegah penimbunan maupun spekulasi harga. Stabilitas harga dinilai tidak hanya bergantung pada ketersediaan barang, tetapi juga pada sistem distribusi yang transparan dan berkeadilan.
“Kementrian Perdagangan harus tanggap dengan kebijakan yang cepat, terukur, dan berpihak pada pelaku usaha kecil. Stabilitas pasokan dan harga harus dijaga, agar UMKM tetap mampu bertahan dan tidak terus menjadi pihak yang paling terdampak dari tekanan ekonomi global,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





