Jika Kalah dari Persiku, Maka Persipura Bisa Bawa PSIS Semarang Degradasi ke Liga 3

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SEMARANG — Di fase paling menentukan Pegadaian Championship musim 2025/2026, setiap hasil pertandingan tidak lagi berdiri sendiri. Ia saling terhubung, membentuk efek domino yang bisa menentukan nasib banyak tim sekaligus—baik dalam perebutan promosi maupun pertarungan menghindari degradasi.

Salah satu skenario paling menarik sekaligus menegangkan muncul dari hubungan tak langsung antara Persipura Jayapura dan PSIS Semarang. Dalam situasi tertentu, hasil yang diraih Persipura justru bisa menjadi faktor yang menyeret PSIS lebih dekat ke jurang degradasi.

Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, memahami betul bahwa timnya tidak punya ruang untuk tergelincir. Persaingan di papan atas berlangsung ketat, dengan tim-tim seperti PSS Sleman, Barito Putera, dan Kendal Tornado FC terus menempel. Dalam kondisi seperti ini, fokus menjadi satu-satunya pilihan.

Namun, di balik fokus tersebut, ada implikasi yang lebih luas.

Jika Persipura mampu meraih hasil maksimal dalam dua laga kandang melawan Persela Lamongan dan PSIS Semarang, maka tekanan terhadap PSIS akan berlipat. Terlebih jika di waktu yang sama PSIS gagal meraih poin saat menghadapi Persiku Kudus.

Di sinilah skenario krusial itu terbentuk: kekalahan dari Persiku bisa menjadi titik awal keruntuhan PSIS. Sebab, posisi mereka di klasemen saat ini sangat rentan. Dengan hanya terpaut tipis dari tim di bawahnya, setiap kehilangan poin akan langsung berdampak pada posisi mereka di zona aman.

Situasi semakin sulit karena PSIS tidak tampil dengan kekuatan penuh. Absennya pemain-pemain penting seperti Rizki Darmawan, Delfin Rumbino, dan Dani Ibrohim membuat keseimbangan tim terganggu, terutama di lini belakang. Dalam pertandingan dengan tekanan tinggi, kehilangan pilar utama sering kali menjadi celah yang sulit ditutup.

Pelatih PSIS, Andri Ramawi, tidak menampik bahwa kondisi ini menjadi kerugian. Namun ia tetap mencoba memaksimalkan sumber daya yang ada, berharap pemain pelapis mampu menjawab tantangan.

Masalahnya, waktu tidak berpihak.

Dengan hanya empat pertandingan tersisa, ruang untuk memperbaiki kesalahan sangat terbatas. Setiap laga kini bernilai seperti final. Satu hasil buruk bisa mengubah arah musim secara drastis—dari bertahan di kasta kedua menjadi terjerembap ke Liga 3 Indonesia.

Sementara itu, Persipura berada di posisi yang berbeda. Mereka tidak hanya berjuang untuk bertahan, tetapi juga memburu promosi ke Super League Indonesia. Motivasi ini membuat mereka tampil dengan intensitas tinggi, terutama saat bermain di kandang sendiri di Stadion Lukas Enembe.

Kombinasi antara ambisi promosi Persipura dan tekanan bertahan PSIS menciptakan pertemuan yang sarat kepentingan. Ketika kedua tim bertemu, bukan hanya tiga poin yang diperebutkan, tetapi juga arah masa depan masing-masing.

Jika Persipura menang, mereka menjaga asa promosi tetap hidup. Namun di saat yang sama, hasil itu bisa menjadi pukulan telak bagi PSIS—terutama jika sebelumnya mereka sudah terpeleset saat menghadapi Persiku.

Inilah ironi kompetisi: satu tim bisa menjadi penyelamat bagi dirinya sendiri, sekaligus “penghancur” bagi tim lain, bahkan tanpa niat langsung.

Pada akhirnya, nasib PSIS tidak sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri. Mereka harus berharap pada hasil tim lain, sambil tetap berjuang maksimal di lapangan. Sebaliknya, Persipura hanya perlu fokus pada satu hal: menang.

Dan di tengah tekanan itu, satu kekalahan—terutama dari Persiku—bisa menjadi awal dari skenario terburuk: tergelincir ke zona degradasi, dan perlahan turun ke kasta yang lebih rendah.

Sepak bola memang sering menghadirkan drama. Namun di fase seperti ini, drama itu terasa lebih nyata—karena yang dipertaruhkan bukan hanya hasil pertandingan, melainkan nasib sebuah tim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasdim Berganti, Mayor CBA Bachtiar jadi Pabung Lutra, Danramil Masamba Mayor Inf Sukardi jadi Kasdim 1403 Palopo
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Ratusan Tumpeng Meriahkan Puncak Hari Jadi ke-271 DIY di Kompleks Kepatihan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Krisis Medis Lebanon: RS Beirut Terancam Kolaps
• 19 menit lalutvrinews.com
thumb
Produsen Cat Avian (AVIA) Siap Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Presiden Iran: Gencatan Senjata di Lebanon Syarat Utama Berdamai dengan Teheran
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.