Penulis: Eko Septianto Rasyim
TVRINews, Bangka Selatan
Muhammad Rosidi, seorang aktivis tambang di Kabupaten Bangka Selatan, mengalami luka bakar serius setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Maret lalu. Korban kini dirujuk ke Rumah Sakit Bhakti Timah Pangkalpinang untuk menjalani operasi.
Rosidi dijadwalkan menjalani tindakan operasi pada Kamis, 9 April 2026, akibat luka bakar yang mencapai 30–40 persen di wajah, tangan, hingga kaki. Sebelumnya, ia mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Bangka Selatan, namun karena kondisi luka membutuhkan penanganan lebih intensif, korban dirujuk ke Pangkalpinang.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya jaringan kulit mati dan infeksi di sejumlah luka. Korban menjalani debridement, prosedur pembersihan jaringan mati melalui operasi, untuk mencegah penyebaran infeksi dan mempercepat penyembuhan.
Proses perawatan melibatkan dokter spesialis bedah, dan korban juga mendapat pendampingan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Saat ini, Rosidi masih merasakan nyeri hebat di area luka, terutama yang terinfeksi, sementara luka yang mulai mengering menimbulkan rasa gatal.
Insiden terjadi saat Rosidi dalam perjalanan menuju warung kopi di kawasan Toboali. Saat mengendarai mobil, ia disiram cairan oleh pelaku yang tidak dikenal. Meski sempat menghindar, cairan tetap mengenai tubuh korban, menimbulkan luka bakar serius.
“Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi penyerangan tersebut. Untuk penanganan Bapak Rosidi, kami telah memfasilitasi dan alhamdulillah langsung ditangani oleh dokter spesialis bedah. Rencananya, besok akan dilakukan operasi dan penanganan lebih lanjut,” jelas Derri Afrian, Kepala Humas RSBT Pangkalpinang, Kamis, 9 April 2026.
Editor: Redaktur TVRINews





