BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Transformasi Beyond Mortgage

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) kembali menegaskan posisinya sebagai tulang punggung pembiayaan perumahan nasional setelah berhasil menyalurkan 6 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sejak 1976 hingga awal April 2026. 

Total pembiayaan yang telah digelontorkan mencapai Rp530 triliun, mencerminkan kontribusi berkelanjutan perseroan dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil perjalanan panjang BTN dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang terintegrasi.

“Selama hampir lima dekade, BTN tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan. Capaian 6 juta unit ini mencerminkan peran BTN dalam mendukung stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan,” ujar Nixon dalam media briefing di Bandung, Kamis (9/4/2026).

Dia menambahkan, ke depan BTN akan terus memperkuat transformasi bisnis menuju konsep beyond mortgage, yakni memperluas layanan dari sekadar pembiayaan rumah menjadi solusi keuangan keluarga secara menyeluruh. Inisiatif tersebut mencakup layanan transaksi, pembiayaan usaha, hingga kebutuhan finansial jangka panjang.

BTN juga menghadirkan inovasi melalui skema bundling KPR dengan kebutuhan isi rumah, guna memberikan solusi pembiayaan yang lebih terjangkau dan terintegrasi bagi nasabah.

Baca Juga

  • Bos BTN (BBTN) Ungkap Alasan Batal Akuisisi Perusahaan Asuransi

Senada, Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, mengatakan capaian penyaluran KPR didorong oleh konsistensi perseroan dalam menjaga kinerja pembiayaan serta memperluas akses di berbagai wilayah.

“Permintaan hunian layak dan terjangkau terus meningkat, sementara tantangan sektor perumahan lebih banyak berasal dari sisi pasokan, seperti ketersediaan lahan dan perizinan. BTN berupaya menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi,” jelasnya.

Dari sisi debitur, mayoritas KPR subsidi disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp4,9 juta per bulan. 

Segmen ini didominasi oleh pekerja informal seperti pedagang kecil, pekerja lepas, dan pelaku usaha mikro, serta pekerja formal seperti aparatur sipil negara dan karyawan swasta.

Selain KPR, BTN juga memperkuat ekosistem perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga Maret 2026, realisasi KPP mencapai Rp2,17 triliun kepada lebih dari 3.291 debitur. 

Penyaluran dari sisi supply mencapai Rp1,47 triliun untuk pengembang dan kontraktor, sementara dari sisi demand sebesar Rp700 miliar dimanfaatkan untuk pembelian, pembangunan, dan renovasi rumah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Awas! PSM Makassar Sedang Terluka, PSIM Yogyakarta Wajib Siaga Hadapi Ledakan Juku Eja
• 23 jam laluharianfajar
thumb
BMKG Prediksi Hujan Lebat di 6 Provinsi
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Desakan Bentuk TGPF Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Begini Respon Istana
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
9 Keutamaan Mandi Wajib, Lengkap dengan Bacaan Niat
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Namanya Dicatut di Akun Facebook, Dewi Perssik Curiga Ulah Orang Terdekat: Aku Sudah Biasa Dikhianati
• 13 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.