Awas! PSM Makassar Sedang Terluka, PSIM Yogyakarta Wajib Siaga Hadapi Ledakan Juku Eja

harianfajar
22 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, FAJAR – Sinyal bahaya menyala bagi PSIM Yogyakarta. Meski berada dalam posisi yang lebih diunggulkan secara performa, Laskar Mataram wajib pasang kuda-kuda tinggi. PSM Makassar datang dengan status “tim terluka” siap meledakkan determinasi tinggi di lapangan. Juku Eja tidak bisa lagi dipandang sebelah mata dalam duel harga diri ini.

Meski performa Nermin Haljeta dan kolega belakangan ini dinilai tidak begitu impresif, secara kolektif performa mereka jauh lebih stabil dibandingkan PSM Makassar. Inilah alasan mengapa PSM harus melipatgandakan kewaspadaan, sekaligus menjadi motivasi bagi mereka untuk membuktikan bahwa taring Sang Ayam Jantan dari Timur belum tumpul.

Laga Super League 2025/2026 Jumat (10/4/2026) di Stadion Sultan Agung ini diprediksi berlangsung sengit. Mengingat, kedua tim sama-sama mengusung target menang. PSIM sebagai tuan rumah berambisi mengamankan poin penuh. Laskar Mataram ingin memanfaatkan momentum kandang untuk mencoba naik ke papan atas klasemen.

Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel mengaku timnya telah melakukan sejumlah evaluasi jelang laga ini. Dia menekankan pentingnya fokus sejak menit awal agar tidak memberi ruang bagi lawan berkembang.

“Kami tahu lawan kita ini adalah tim yang berpengalaman dan punya kualitas. Tapi kami bermain di kandang, tentu target kami adalah tiga poin. Kuncinya disiplin dan tidak melakukan kesalahan sendiri,” ujar sang pelatih.

Sementara PSM Makassar, mereka datang dengan motivasi tinggi untuk kembali ke tren positif. Juku Eja tengah berupaya menjauh dari tekanan papan bawah sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.

Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin menegaskan, timnya terus melakukan evaluasi dan pembenahan pasca hasil imbang kontra Persis Solo di kandang sendiri. Sehingga, mereka tidak datang untuk bertahan, namun mengincar poin penuh untuk membuktikan kebangkitan mereka.

“Kami tentu akan melakukan evaluasi dan persiapan yang cukup untuk pertandingan berikutnya. Saya berharap para pemain dalam kondisi baik, dan berharap bisa mendapatkan poin di laga berikutnya,” ungkapnya.

Dia juga membeberkan, konsistensi permainan menjadi PR paling penting bagi PSM musim ini agar bisa meledak di menit-menit krusial. “Yang paling penting adalah bagaimana kami bisa menjaga konsistensi selama 90 menit. Itu yang terus kami tekankan kepada pemain,” lanjutnya.

Secara statistik, kedua tim memiliki kekuatan yang cukup berimbang. PSIM mengandalkan permainan kolektif dan dukungan suporter, sementara PSM memiliki pengalaman yang cukup baik di kompetisi ini. Pertemuan ini juga diprediksi akan menjadi duel lini tengah yang menentukan. Kedua tim dikenal memiliki karakter permainan yang mengandalkan transisi cepat, sehingga siapa yang mampu mengontrol tempo berpeluang besar menguasai jalannya pertandingan.

Harap Segera Bangkit

Eks CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, menyerukan kebangkitan bagi Pasukan Ramang di sisa musim ini. Ini dianggap penting agar mereka terhindar dari zona rawan degradasi dan kembali ke khitahnya sebagai tim papan atas.

Pria yang akrab disapa Appi itu mengaku, dirinya pernah berada dalam situasi serupa saat mendampingi tim di masa sulit. Itu sebabnya, dia tahu persis langkah apa yang perlu diambil untuk keluar dari tekanan ini.

“Yang paling pertama, saya pernah ada di dalam situasi yang seperti ini. Pada saat Covid di Bali, kita berada di kondisi yang seperti ini. Sehingga, saya sampaikan kepada manajemen terkait beberapa hal yang harus kita lakukan untuk memastikan PSM tidak bergelut di posisi zona rawan. Itu yang paling penting,” ujar Wali Kota Makassar ini.

Lebih lanjut dia menyampaikan, aspek mental dan semangat bertanding menjadi hal utama yang harus segera dibenahi. Menurutnya, PSM terlihat kehilangan energi juang dalam beberapa pertandingan terakhir.

“Yang kedua, ini saya lihat kemarin juga di Parepare, kita seperti kehilangan roh bertanding. Kehilangan semangat untuk menang di dalam tim,” lanjutnya.

Suami Melinda Aksa itu memaparkan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan jajaran manajemen klub untuk mendorong perubahan yang lebih baik. Termasuk membangkitkan kembali motivasi para pemain agar ledakan performa terjadi di laga kontra PSIM.

Appi juga tetap optimistis dengan kualitas skuad PSM saat ini. Menurutnya, komposisi pemain yang dimiliki sebenarnya cukup kompetitif untuk bersaing dan meraih hasil positif di Yogyakarta.

“Saya yakin, kalau melihat komposisi ini tidak jelek-jelek amat. Posisi ini tidak jelek-jelek amat tapi butuh manajerial, butuh cara untuk membangkitkan bagaimana mereka bisa bermain bola secara kolektif untuk meraih kemenangan,” tegasnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Izinkan Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen
• 16 jam lalunarasi.tv
thumb
Update Posisi 2 Kapal Tanker Pertamina Usai Terjebak Sebulan di Selat Hormuz
• 44 menit lalubisnis.com
thumb
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Makin Banyak Petinggi The Fed Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Imbas Perang Iran
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Rumah Kemang Disebut Akan Dijual, Kuasa Hukum Rachel Vennya Soroti Komitmen Niko Al Hakim
• 11 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.