Harga Emas Menguat, Pasar Cermati Gencatan Senjata AS-Iran dan Data CPI

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia menguat pada Kamis (9/4/2026) seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Harga Emas Menguat, Pasar Cermati Gencatan Senjata AS-Iran dan Data CPI. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia menguat pada Kamis (9/4/2026) seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara investor menilai ketahanan gencatan senjata rapuh antara Washington dan Teheran serta menanti data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Naik, Pembicaraan Perdamaian Timur Tengah Dongkrak Sentimen

Emas spot naik 0,98 persen menjadi USD4.765,40 per troy ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi hampir tiga pekan pada hari sebelumnya.

Indeks dolar AS (DXY) melemah, sehingga membuat emas batangan lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Baca Juga:
Regenerasi, Komisaris Utama TBS Energi (TOBA) Mengundurkan Diri

Analis senior pasar di RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan, pelemahan dolar membantu emas kembali menemukan pijakan, meski pelaku pasar masih berhati-hati dalam menafsirkan dampak gencatan senjata.

“Dolar yang lebih lemah telah membantu emas kembali menemukan pijakannya, tetapi ada kehati-hatian di pasar karena pelaku mencoba menafsirkan arti gencatan senjata tersebut,” ujarnya, dikutip Reuters.

Baca Juga:
Investasi Emas Tanpa Ribet, Cicil Melalui Super App BRImo dan Dapatkan Cashback

Ia menambahkan, “Headline gencatan senjata sangat bullish bagi emas, tetapi harga telah terkoreksi dari level tertinggi terbaru karena mulai terlihat celah dalam kesepakatan.”

Israel dilaporkan membombardir lebih banyak target di Lebanon, yang menurut Teheran harus masuk dalam kesepakatan gencatan senjata, sementara belum ada tanda Iran mencabut blokade Selat Hormuz.

Kegagalan negosiasi dan kembali memanasnya konflik berisiko mendorong kenaikan biaya energi dan inflasi, yang dapat memaksa Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.

Kondisi ini berpotensi menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil, meski tetap dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Morgan Stanley menyebut harga emas diperkirakan stabil hingga kuartal II-2026 sebelum kembali menguat pada paruh kedua tahun ini.

“Jika kenaikan suku bunga The Fed dapat dihindari, kami menilai emas bisa kembali menguat, sementara penyelesaian konflik juga akan menjadi faktor pendukung karena fokus pasar kemungkinan kembali pada pelemahan nilai mata uang fiat,” tulis analis Morgan Stanley.

Pasar juga menanti data Indeks Harga Konsumen AS untuk Maret yang akan dirilis pada Jumat.

Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator inflasi pilihan The Fed, naik 2,8 persen dalam 12 bulan hingga Februari, sejalan dengan perkiraan dan kemungkinan meningkat pada Maret.

Sementara itu, perak spot naik 2,9 persen menjadi USD76,24 per ons, platinum melonjak 3,8 persen menjadi USD2.106,01, dan paladium menguat 0,3 persen menjadi USD1.558,75 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag Ajak ASN Kemenag Sambut WFH sebagai Budaya Kerja Baru
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Usut Skandal Petral, Jampidsus Kembali Tetapkan Riza Chalid Sebagai Tersangka
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Biaya Kuliah UI Terbaru Tahun Ajaran 2026/2027 Wajib Diketahui Camaba, Mulai Rp500 Ribu!
• 19 jam laludisway.id
thumb
Dewi Perssik Resmi Laporkan Akun yang Catut Namanya
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Wamendagri: Dai Harus Ikut Mendorong Kemandirian Ekonomi di Kawasan Perbatasan
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.