TANGERANG, KOMPAS.com - Trotoar di sekitar Stasiun Batu Ceper, Poris Plawad, Kota Tangerang, yang sempat dipenuhi parkir liar sepeda motor, kini tampak bersih setelah videonya viral di media sosial.
Meski demikian, penataan yang dilakukan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.
Baca juga: Viral Trotoar di Stasiun Batu Ceper Jadi Parkir Liar, Pejalan Kaki Tak Bisa Melintas
Trotoar penuh motor
Sebuah video yang diunggah akun Instagram @abouttng memperlihatkan trotoar di kawasan tersebut dipadati sepeda motor yang parkir rapi hingga menutup seluruh akses pejalan kaki.
Dalam video itu, tidak ada ruang sedikit pun bagi warga untuk melintas di atas trotoar.
Akibatnya, pejalan kaki terpaksa berjalan di bahu jalan yang dipenuhi kendaraan melintas.
Kondisi tersebut memicu keluhan warganet karena trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki justru beralih fungsi menjadi area parkir.
Parkir liar lenyap usai viral
Setelah viral, parkir liar di lokasi tersebut kini sudah tidak terlihat. Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (9/4/2026), trotoar telah dipasangi barrier beton berwarna kuning.
Setidaknya lima barrier beton dipasang melintang di tengah trotoar untuk mencegah kendaraan kembali parkir di area tersebut.
Meski trotoar terlihat lebih tertib, keberadaan barrier justru dinilai mengurangi ruang gerak pejalan kaki.
“Sekarang sudah enggak ada motor parkir, jadi lebih rapi. Tapi jalannya jadi sempit karena ada beton ini,” ujar Widya (27), salah satu pejalan kaki saat ditemui di lokasi.
Ia berharap penataan dilakukan lebih optimal agar tidak kembali mengorbankan kenyamanan pengguna trotoar.
Baca juga: Usai Viral Jadi Parkir Liar, Trotoar Stasiun Batu Ceper Kini Dipasang Barrier Beton
Akses parkir resmi yang berbahaya
Di balik praktik parkir liar, warga mengungkapkan adanya persoalan akses menuju lokasi parkir resmi yang dinilai berisiko.
Bambang (47), pengguna KRL, mengatakan pengendara harus menyeberang jalan besar dengan arus lalu lintas yang banyak dilewati truk dan bus.
Tidak hanya itu, bahkan truk dan bus melintas dijalan tersebut dengan kecepatan yang kencang.
“Kadang tuh memang malas jalannya aja karenakan harus nyebrang dua kali. Masalahnya mobil yang lewat itu gede-gede banget terus juga kenceng banget jalannya,” kata Bambang.