Hari Pertama WFH ASN, Stasiun Bogor Tetap Ramai, Didominasi Pekerja Swasta

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di hari pertama penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat, kondisi Stasiun Bogor tetap ramai seperti biasa.

Pantauan Kompas.com di depan pintu masuk stasiun, Jumat (10/4/2026) pukul 07.25 WIB, arus penumpang tampak mengalir tanpa henti.

Ada penumpang yang berlarian ketika mendengar pengumuman kereta akan segera berangkat.

Baca juga: WFH ASN Hari Ini, Lalu Lintas di Simpang PGC Cililitan Pagi Ini Lancar

“Sesaat lagi kereta di jalur dua akan segera diberangkatkan. Bagi penumpang yang masih di luar peron untuk segera masuk ke dalam kereta,” terdengar dari pengeras suara.

Menuju area peron, penumpang berdiri berjejer menunggu kedatangan kereta. Sementara itu, di dalam rangkaian KRL yang berhenti di jalur 2 dan jalur 6, kondisi tampak sudah penuh oleh penumpang.

Di area gerai makanan dan minuman terlihat beberapa penumpang membeli kopi atau sarapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Salah satu penumpang, Mufalaq (53) menyebut, tak ada perbedaan signifikan kebijakan WFH sehari sepekan bagi ASN terhadap kepadatan di stasiun.

Menurut pegawai swasta itu, kalau WFH juga diterapkan di sektor swasta secara bergantian, dampaknya akan lebih terasa.

Selain bisa menghemat BBM, kondisi jalan dan stasiun juga bisa sedikit lebih longgar.

“Mungkin kalau ASN WFH satu hari itu belum terlalu terasa dampaknya buat kami yang tetap harus kerja di kantor setiap hari. Kalau berbarengan bisa langsung sepi jalanan, BBM juga dijamin tidak boros,” ujar dia.

Baca juga: Pramono Teken SE WFH Tiap Jumat, ASN Wajib Presensi 2 Kali dan Nyalakan Kamera Saat Rapat

Hal senada disampaikan Idham (33). Ia mengaku jam kerjanya berjalan normal tanpa kebijakan WFH.

“Di kantor tidak ada WFH, normal seperti biasa. Jadi berangkatnya juga ikut jadwal KRL seperti biasanya,” kata Idham.

Ia pun menilai, jika WFH hanya diberlakukan di sektor pemerintahan, dampaknya terhadap penghematan BBM belum akan terasa optimal.

“Karena menurut saya, yang paling banyak itu justru pekerja swasta yang setiap hari tetap harus masuk kantor,” ujar dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski begitu, ia juga memahami bahwa penerapan WFH di sektor swasta tidak mudah dilakukan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komnas HAM Soroti Dampak Industri Nikel di Morowali terhadap Kesehatan dan Lingkungan
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Israel Serang Warga Sipil Lebanon untuk Tutupi Kekalahan Militer
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pengalaman Melahirkan teman kumparanMOM, Penuh Rasa Haru dan Bahagia
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota Komisi III Dukung Usul Larangan Vape: Pengawasan Nanti di BNN-Polisi
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Menaker Akan Evaluasi Program Magang Nasional
• 15 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.