jpnn.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan dua titik sirkulasi siklonik di perairan Indonesia.
Prakirawan BMKG, Masayu mengatakan siklonik itu memicu peningkatan signifikan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, Jumat.
BACA JUGA: Hujan Deras, Jalan Nasional Cadas Pangeran Tertutup LongsorÂ
Masayu menjelaskan titik sirkulasi tersebut diperkirakan terbentuk di Samudra Hindia bagian barat daya Banten serta di wilayah Laut Banda.
“Sistem sirkulasi siklonik ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitarnya, serta memperkuat daerah konvergensi yang memanjang dari Sumatera Selatan hingga Papua Barat,” jelas Masayu dalam siarannya, Jumat (10/4).
BACA JUGA: Sedia Payung-Jas Hujan, BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan
Menurut dia, daerah konvergensi atau pertemuan massa udara tersebut terpantau memanjang dari Samudra Hindia di barat Lampung hingga selatan Jawa Barat, serta dari Laut Maluku hingga Laut Banda, yang secara langsung memperluas cakupan area terdampak hujan.
BMKG memprakirakan dampak dari fenomena atmosfer ini akan memicu hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah provinsi, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, hingga Maluku.
Selain hujan lebat, BMKG juga memberikan peringatan dini terhadap potensi hujan disertai petir yang diprakirakan melanda kota-kota besar seperti Bandung, Pangkal Pinang, Banjarmasin, dan Ambon.
“Kondisi cuaca di wilayah timur Indonesia secara umum diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang, sementara untuk wilayah Makassar diprediksi mengalami fenomena asap atau kabut yang berpotensi mengurangi jarak pandang,” jelas Masayu.
Selanjutnya, seiring dengan adanya dinamika atmosfer tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
“Tetap pantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal informasi resmi BMKG,” imbuh Masayu.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




